Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara kabut asap, pesawat Filipina batal terbang

Gara-gara kabut asap, pesawat Filipina batal terbang Kabut asap selimuti Filipina. ©2015 AFP PHOTO/Cheryl Baldicantos

Merdeka.com - Kabut asap akibat pembakaran hutan di Indonesia, kini telah sampai ke Filipina. Akibatnya, banyak penerbangan di negara tersebut dibatalkan lantaran jarak pandang yang terhalang kabut asap.

Asap yang semakin tebal membuat otoritas Filipina menjadikan asap ini kondisi darurat. Lantaran asap ini berbahaya dan menyebabkan gangguan pernapasan seperti ISPA.

"Kementerian kesehatan telah memperingatkan siapa saja untuk mengenakan masker saat melakukan aktivitas akibat kondisi asap ini," ujar Juru Bicara Kepresidenan Filipina Herminio Coloma, seperti dilansir dari Channel News Asia, Senin (26/10).

Dia menambahkan beberapa rumah sakit di selatan Filipina telah siap sedia membantu para mereka yang terpapar asap kiriman tersebut.

Sejak hari ini, sudah enam penerbangan dari selatan Filipina yang batal terbang akibat kondisi cuaca. Dikatakan, kondisi seperti ini semakin bertambah buruk sejak 10 hari silam.

Kebakaran hutan di wilayah Kalimantan dan Sumatra Indonesia telah terjadi selama tiga bulan. Sejauh ini, kondisi tersebut sudah sampai memakan korban. Anak-anak yang paling banyak jadi korban gangguan pernapasan akibat kabut asap.

Bantuan dari negara lain pun telah berdatangan, bahkan telah kembali ke negaranya padahal api belum padam. Mereka berasal dari Malaysia, Singapura, dan Australia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan api bahkan membakar hingga 10 meter di bawah tanah. Dia juga mengatakan Indonesia saat ini tengah meminta bantuan ke Kanada dan Prancis yang memiliki teknologi untuk memadamkan api di tanah gambut.

"Masalah yang kita hadapi sekarang adalah lahan gambut. Apinya di bawah dan agak susah dipadamkan begitu saja. Kanada dan Prancis memiliki ahli khusus untuk bisa menangani kebakaran di wilayah itu, dan mereka bisa memadamkan api di lahan gambut dengan cepat, baik dari udara maupun dari bawah," jelas pria yang akrab di sapa Tata ini.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP