Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara anak ditato, ibu di AS dicokok polisi

Gara-gara anak ditato, ibu di AS dicokok polisi Ilustrasi tatoo. ©shutterstock.com/Tatiana Morozova

Merdeka.com - Chantilly Thomas, ibu dua anak dicokok polisi lantaran memakaikan tato kepada anaknya. Ibu asal Frewsburg, New York, negara bagian Amerika Serikat itu dilaporkan menganiaya anak dengan memakaikan mereka tato.

Sang ibu ditangkap kepolisian pada 31 Desember lalu. Dia menato sang anak dengan tulisan 'Ride or Die' yang berarti 'Kemudikan atau mati' di tangan sang anak yang berusia 12 tahun, serta gambar petir di punggung anak 13 tahunnya, seperti laporan situs berita setempat WKBW, dikutip laman opposingviews, Minggu (3/1).

Meski tidak diketahui apakah si anak menginginkan hal tersebut atau tidak, namun kasus ini dinilai sebagai penyiksaan terhadap anak. Diketahui, tato tersebut ditorehkan pada November, dalam pengerjaannya Thomas tidak pula memiliki izin resmi melakukan praktik tato di Amerika Serikat.

Akibat hal ini, Thomas juga dikenakan sanksi melawan hukum terhadap anak di bawah umur. Dia akhirnya dibui dan baru dibebaskan pada 20 Januari nanti. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP