Game buatan FBI samakan tiap muslim sebagai teroris
Merdeka.com - Organisasi muslim dan berbagai kelompok hak asasi manusia mengkritik Biro Investigasi Amerika Serikat (FBI) lantaran meluncurkan permainan yang dapat menciptakan kekerasan di sekolah dan berbagai tempat keramaian. Dalam game yang ada di situs resmi FBI, dikatakan fokus terhadap Islam sebagai agama teroris.
'Jangan jadi boneka' merupakan permainan video interaktif yang diciptakan untuk guru dan murid sekolah. Situs itu terdiri dari serangkaian permainan dan petunjuk yang mengajarkan pengguna mengidentifikasi orang yang rentan akan perekrutan serangan kekerasan.
Setiap jawaban yang benar, akan ada gunting yang memotong boneka, menandakan permainan berhasil dilewati.
"Permainan ini lebih berfokus pada para Muslim," ucap juru bicara Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR), Corey Saylor seperti dilansir dari Aljazeera, Rabu (4/11).
Menurut Saylor, fokus dari mainan FBI ini untuk membuat masyarakat makin curiga pada Islam. Pasalnya, ada salah satu skenario dalam permainan yang menyuruh pengguna harus curiga pada orang-orang yang memiliki nama Arab.
"Inilah contoh lain banyak anak-anak yang bakal berpikir siswa Muslim merupakan ancaman atau bahkan teroris," lanjut dia.
Seharusnya situs ini diluncurkan pada Senin kemarin, namun lantaran diprotes banyak pihak, peluncuran permainan ini ditunda.
FBI sendiri membela diri dengan mengatakan permainan itu dirancang untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat atas bahaya yang selalu mengintai mereka.
"Ini merupakan bagian dari program FBI melawan kekerasan ekstrimisme (CVI), yang melibatkan partisipasi masyarakat," ujar seorang pejabat FBI.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya