Gajah di Afrika Selatan dilatih jadi pasukan penjinak bom
Merdeka.com - Gajah di Afrika Selatan dilatih untuk menggunakan penciuman super mereka untuk mengendus bahan peledak.
Proyek yang didukung oleh Kantor Penelitian Angkatan Darat Amerika Serikat ini terinspirasi dari kejadian gajah di Angola yang menggunakan belalainya untuk mengetahui ranjau darat yang tersisa saat perang saudara satu dekade lalu.
"Hidung gajah sangat menakjubkan. Pikirkan tentang mammoth, yang harus mencari makanan di balik lapisan es," kata Sean Hensman, petugas Adventures with Elephants di Afrika Selatan, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (25/2).
Hensman sebelumnya melatih selusin gajah untuk patroli anti-perburuan gelap di Zimbabwe.
Selama tes, gajah jantan 17-tahun bernama Chishuru berjalan melewati deretan ember yang salah satunya terdapat bahan peledak di bagian bawah ember. Dia menempelkan belalainya ke setiap ember dan diajarkan untuk berhenti dan mengangkat kaki depannya ketika ia menemukan bahan peledak. Dia mendapat ember yang tepat setiap kali melakukan tes.
Peneliti militer AS, Stephen Lee, yang terlibat dalam proyek selama lima tahun ini, mengatakan tidak akan ada gajah yang turun ke lapangan.
Meskipun penciuman mereka sangat tajam, para juri masih belum bisa menentukan siapa yang memiliki penciuman yang lebih baik: anjing atau gajah.
Tapi Lee bilang ada beberapa kebenaran dalam pepatah lama bahwa gajah tidak pernah lupa.
"Anjing membutuhkan pelatihan konstan sedangkan gajah tampaknya memahami dan mengingat bau bahan peledak tanpa perlu pelatihan secara konstan," katanya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya