Gadis tidak sengaja bakar Alquran, presiden turun tangan
Merdeka.com - Ramsha, seorang gadis cilik di Ibu Kota Islamabad, Pakistan, terpaksa berurusan dengan polisi setelah tidak sengaja membakar Alquran buat memasak. Menurut beberapa media massa lokal, gadis itu mengidap keterbelakangan mental. Tetapi polisi membantahnya.
Stasiun televisi AlJazeera melaporkan, Selasa (21/8), Ramsha ditangkap Kamis (16/8) lalu setelah para tetangga mengepung rumah gadis berusia 11 tahun itu lantaran dianggap sengaja membakar Alquran. Alhasil akibat kejadian itu, 150 orang tetangga mengepung rumah Ramsha diketahui penganut Nasrani itu. Menurut seorang petugas polisi bernama Qasim Niazi, petugas keamanan langsung datang buat mencegah massa membakar rumah gadis itu. Dia mengatakan gadis itu tidak mengidap keterbelakangan mental, tapi tidak bisa membaca lantaran tidak sekolah.
Saat ditanyai di kantor polisi terdekat, Ramsha mengaku tidak tahu ada kitab suci di tumpukan kertas dia bakar buat memasak itu. Kini, beberapa keluarga Nasrani di sekitar tempat tinggal gadis itu mengaku khawatir terhadap amuk warga muslim.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari sampai harus turun tangan buat menengahi masalah ini. Dia polisi melindungi pelaku dan mengusut tuntas kejadian itu. Selain itu dia mendesak pemerintah setempat melindungi warga Nasrani lain supaya tidak menjadi sasaran amuk warga. "Penistaan agama tidak dapat diterima, tapi undang-undang penistaan agama bukan buat bertindak semena-mena kepada umat agama lain," kata Zardari.
Politikus kontroversial Imran Khan turut buka suara menyikapi kejadian ini. "Memalukan, mengirim anak sebelas tahun ke penjara bertentangan dengan semangat Islam," tulis Imran dalam akun Twitternya. Menurut pendiri Partai Tehreek-e-Insaf itu, seharusnya negara melindungi anak-anak pengidap keterbelakangan mental, bukan malah menyiksa mereka. Dia meminta pemerintah segera melepaskan Ramsha.
Di Pakistan, jika ada seseorang atau kelompok menghina Islam, Alquran, dan Nabi Muhammad SAW, maka bakal dijerat dengan Undang-Undang Penistaan Agama. Ganjarannya pun tidak main-main, dari denda sampai hukuman mati.
Menurut data statistik, ada dua juta umat Nasrani kini hidup berdampingan dengan kaum muslim di Pakistan. Jumlah itu sekitar satu persen dibandingkan populasi umat Islam di negara itu. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya