Gadis mualaf Prancis nikahi pria lewat telepon

Reporter : Pandasurya Wijaya | Jumat, 17 Mei 2013 17:01




Gadis mualaf Prancis nikahi pria lewat telepon
Gadis muslim Prancis. thecuttingedgenews.com

Merdeka.com - Seorang remaja perempuan asal Prancis berusia 15 tahun baru masuk Islam kabur dari rumahnya setelah dia menikah lewat telepon dengan lelaki 28 tahun yang tak pernah ditemuinya.

Remaja itu mendaftar ke sebuah situs yang memberikan layanan jasa mencarikan pasangan bagi para mualaf, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (17/5).

Pekan lalu ayah gadis itu melapor ke polisi menyatakan putrinya kabur dari rumah.

Dia nekat meninggalkan rumahnya demi tinggal bersama laki-laki yang berada sejauh 482 kilometer dari rumahnya di Prancis setelah diam-diam masuk Islam.

Ayah gadis itu beragama Kristen, asal Inggris, direncanakan akan menjadi saksi atas penangkapan tujuh pria di Mulhouse, sebelah selatan Prancis.

Ketujuh pria itu dituduh membuat gadis-gadis perempuan meninggalkan orang tua mereka. Para pria itu juga mengelola situs pencairan jodoh itu.

Melalui situs itu para perempuan muda itu akan dikenalkan dengan para pria yang sudah menjadi anggota situs. Mereka kemudian dibolehkan menikah melalui telepon.

Penyelidik meyakini gadis itu dipaksa masuk Islam bersama tiga perempuan lain berusia 17, 18, dan 19 tahun.

Menurut jaksa Herve Robin ayah gadis itu menyatakan putrinya mulai mengenakan burka dan mempraktikkan Islam secara ekstrem.

"Dia masuk Islam tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya setelah berselancar di situs media sosial," kata seorang sumber. "Ayahnya terkejut ketika mengetahui hal itu."

Robin membenarkan gadis itu dipaksa menikahi lelaki Muslim berusia 28 tahun yang tidak dia kenal melalui telepon.

Melalui sinyal nomor telepon seluler pria 28 tahun itu polisi mampu melacak posisi dia yang berlokasi di Valence.

Ketika polisi menggerebek tempat itu mereka menemukan pria itu tinggal dengan istri barunya yang berusia remaja.

Perempuan muda itu mengatakan pernikahannya ini adalah yang kedua kali. Sebelumnya dia juga menikah melalui perjodohan di situs itu tapi suaminya menolak.

Perempuan itu kini sudah kembali kepada kedua orang tuanya. Suaminya kini telah ditangkap bersama empat pria lainnya.

Juru bicara komunitas muslim di Mulhouse, Redad Rabih, mengatakan Islam tidak ada hubungannya dengan praktik semacam itu dan tindakan semacam itu hanya mencoreng Islam.

[fas]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Kisah Mualaf# Prancis

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • AMPI tolak hadiri munas di Bali, dukung munas versi presidium
  • Jokowi: Kepemimpinan tirani adalah pencitraan tanpa kerja
  • Usai bertemu Ical, Akbar temui Agung Laksono bahas islah
  • Review: Indonesia menang, Indonesia pulang
  • ATM dipakai bercermin, perempuan China disiksa pengunjung mal
  • Sempat minta diundur, Akbar akhirnya restui Munas Golkar di Bali
  • Gara-Gara CGI, 'JURASSIC WORLD' dikritik keras
  • Mendagri suruh Malaysia ngaca kalau mau kritik Jokowi
  • Akbar Tandjung ingatkan Ical agar gelar Munas sesuai AD/ART
  • Ternyata, ini arti di balik mimpi tentang pembunuhan
  • SHOW MORE