Filipina mendesak militan Maute menyerah
Merdeka.com - Pihak berwenang Filipina mendesak agar kelompok militan Maute yang saat ini terlibat bentrokan di Marawi agar menyerah agar tidak semakin banyak warga sipil menjadi korban. Pasalnya, lebih dari 100 orang dikonfirmasi tewas akibat pertempuran tersebut.
"Kami memberi mereka kesempatan untuk menyerah. Masih ada kesempatan untuk meletakkan senjata Anda," kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Restituto Padilla, seperti dilansir dari laman Straits Times, Selasa (30/5).
"Jika Anda menyerah maka itu lebih baik karena tidak akan ada lagi orang terseret dalam pertempuran ini dan tidak akan ada lagi bangunan hancur," tambahnya.
Saat ini, sekitar 2.000 penduduk Marawi terjebak di wilayah yang dikuasai militan. Komite Palang Merah Internasional yang merawat para korban juga telah menyuarakan kekhawatiran tentang mereka akan ditangkap atau menjadi korban serangan bom atau baku tembak.
Presiden Rodrigo Duterte sendiri telah mengumumkan darurat militer di wilayah itu. Pengumuman itu dikeluarkan sebagai tanggapan atas krisis yang terjadi di wilayah itu.
Kelompok militan Maute yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) itu tidak hanya melakukan serangan terhadap pasukan pemerintah, tetapi juga menyandera sejumlah warga sipil di antaranya pendeta dan 14 jemaat gereja.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya