Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Figur penting di balik pemimpin perempuan

Figur penting di balik pemimpin perempuan Park Geun Hye. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah jurnal berjudul Woman History dari Jone Johnson Lewis (2010) menerbitkan daftar presiden dan pemimpin perempuan di muka bumi. Jumlahnya kurang dari 50 orang, beberapa nama sudah sangat dikenal dan beberapa lainnya baru didengar segelintir orang.

Namun jurnal menyebutkan, mereka terpilih bukan karena mempunyai kapasitas mumpuni melainkan terpilih lantaran figur sebelum mendahuluinya. Sebut saja Eva Peron. Perempuan bernama asli Isabel Martinez de Peron dari Argentina tenar lantaran suaminya terlebih dulu memimpin Negeri Dansa Tango itu.

Bangsa ini juga pernah mengalami fase dipimpin oleh presiden perempuan yakni Megawati Soekarno Putri. Melihat namanya sejagat mengenal ayah dia, perumus sekaligus proklamator Indonesia, Ir. Soekarno melegenda dan hingga kini namanya masih menoreh sejarah dunia.

Paling segar yakni terpilihnya Perk Geun Hye memimpin Korea Selatan untuk lima tahun ke depan. Tahun lalu Partai Perbatasan baru mengusung Geun Hye berhasil memenangkan suara pemilihan umum dan meraup hingga 50,1 persen. Sementara pesaingnya Moon Jae In dari Partai Demokrat Bersatu hanya mendapat 48,9 persen, seperti dilansir situs bloomberg.com (19/12).

Sejagat bertanya, siapa Geun Hye yang sebelumnya dunia kurang mengenal tiba-tiba menyeruak di bursa pemilihan presiden. Usut punya usut ternyata dia anak perempuan diktator paling lama berkuasa di Negeri Ginseng itu yakni Park Chung Hee.

Pemimpin perempuan bakal membawa era baru untuk Ibu Kota Seoul.

Pemilihan presiden Korea Selatan kali ini bahkan diikuti sebanyak 41 juta calon pemilih, atau paling banyak sejak pemilihan pada 1997 dan sepanjang itu hampir lesu darah lantaran banyak orang tidak menggunakan hak suaranya. Sebanyak 28.4 juta atau 70,1 persen warga datang ke tempat pemungutan suara. Geun Hye akan menggantikan Presiden Lee Myung Bak sudah berkuasa selama lima tahun.

Jurnal juga menyebutkan, selain figur mengikuti, rata-rata presiden perempuna terpilih sebab kontroversi atau kasus membuat namanya terangkat. Ini pernah dialami Corazon Aquino. Presiden perempuan pertama Filipina ini menikah dengan Senator Benigno Aquino. Jr, saat itu tersohor sebab lantang mengkritik pelbagai kebijakan mantan Presiden Ferdinand Marcos. Nama Corazon mulai bergema setelah sang suami terbunuh. Dia pun aktif meminta dukungan untuk menggulingkan Marcos dan sukses merebut tampuk kepresidenan di negara itu. (mdk/din)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP