Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

FBI Lacak Adanya Ancaman “Signifikan” di Washington DC Jelang Pelantikan Joe Biden

FBI Lacak Adanya Ancaman “Signifikan” di Washington DC Jelang Pelantikan Joe Biden Kondisi Capitol AS Dipagar Besi Usai Kericuhan. ©2021 AFP/Al Drago

Merdeka.com - FBI sedang melacak banyaknya obrolan di media sosial termasuk seruan unjuk rasa bersenjata menjelang pelantikan Presiden AS terpilih, Joe Biden. Hal ini diungkapkan Direktur FBI, Chris Wray pada Kamis.

Wray, yang pertama kali muncul di depan publik sejak kerusuhan US Capitol pada 6 Januari lalu, mengatakan dalam sebuah pemaparan keamanan untuk Wakil Presiden Mike Pence bahwa FBI tetap memperhatikan adanya potensi kekerasan dalam unjuk rasa di Washington dan di negara bagian seluruh AS.

Wray memperingatkan, kejadian-kejadian seperti itu bisa membawa orang-orang bersenjata mendekati gedung pemerintah dan pejabat terpilih.

“Salah satu tantangan nyata di tempat ini adalah mencoba membedakan mana yang aspiratif versus mana yang disengaja,” jelasnya, dilansir France 24, Jumat (15/1).

Wray mengatakan FBI menerima informasi dalam jumlah yang “signifikan” yang telah diteruskan ke lembaga penegak hukum lainnya menjelang pelantikan. Berbagi informasi sangat penting sebelum agenda publik penting seperti pelantikan, tetapi masalah ini mendapat sorotan khusus penegak hukum dinilai tidak siap menghadapi kekerasan seperti yang terjadi di Capitol.

Aktifkan Pos Komando

komando rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pejabat federal memperingatkan lembaga penegak hukum lokal bahwa kerusuhan di Capitol bisa mengobarkan kekerasan lainnya.

“Kami sedang melihat individu yang mungkin ingin mengulangi jenis kekerasan yang sama seperti yang kami lihat pekan lalu,” jelas Wray, menambahkan bahwa sejak 6 Januari, FBI telah mengidentifikasi lebih dari 200 tersangka.

“Kami tahu siapa Anda. Jika Anda berada di luar sana, agen FBI akan datang untuk mencari Anda.”

Dia menambahkan, lebih dari 100 orang telah ditangkap sejauh ini, dan banyak penyelidikan lain yang juga sedang berlangsung.

Negara bagian di seluruh AS meningkatkan pengamanan untuk menghadapi kemungkinan unjuk rasa bersenjata dan kekerasan akhir pekan ini, terutama di gedung-gedung pemerintah. Para pejabat sedang meninjau kembali rencana pengamanan mereka untuk target berisiko tinggi dan polisi di kota-kota besar sedang bersiap untuk siaga taktis jika diperlukan. Memo FBI awal pekan ini memperingatkan potensi unjuk rasa bersenjata di 50 negara bagian.

Untuk memantau ancaman, saat berlangsung pelantikan presiden, FBI akan mengoperasikan pos komando sepanjang waktu di markas besar dan di masing-masing 56 kantor lapangannya.

Ungkapan Terima Kasih Wapres Mike Pence

kasih wapres mike pence rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sementara itu, Wakil Presiden Mike Pence kembali ke Capitol hari Kamis untuk pertama kalinya sejak kerusuhan pekan lalu.

Pence datang dengan pasukan pengawal yang berjaga-jaga di luar Capitol, mengatakan kepada mereka bahwa dia mengenal Garda Nasional karena dia dulu adalah seorang gubernur.

“Terima kasih telah membela negaramu,” kata Pence.

Dia mengatakan kepada para pasukan, mereka akan menyaksikan peralihan kekuasaan dan berterima kasih atas pengabdian mereka.

“Merupakan kehormatan besar bagi saya bertugas sebagai wakil presiden Anda,” ungkapnya, sebelum diakhiri dengan ucapan terima kasih lainnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP