FaceApp Raih USD 1 Juta dalam 10 Hari, Politisi AS Ketar-ketir
Merdeka.com - Majalah Forbes melaporkan, aplikasi rekayasa foto wajah FaceApp meraup pendapatan USD 1 juta dalam 10 hari. Aplikasi didukung kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan perusahaan Rusia Wireless Lab ini menjadi viral pekan lalu meski sudah ada selama tiga tahun. Ketika orang-orang, selebritas ramai-ramai memamerkan wajah tuanya di media sosial, Senator AS Chuck Schumer menyerukan agar agen federal AS, FBI, menyelidiki aplikasi itu karena ada dugaan mengancam keamanan nasional dan kerahasiaan data pribadi.
Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (23/7), Forbes mengutip data penyedia pasar mobile App Annie, menyebut perusahaan pembuat FaceApp sejak 9 Juli hingga 19 Juli meraih pendapatan USD 1 juta (hampir 10 persen dari pendapatan keseluruhan) dan diunduh sebanyak 65 juta kali. Meski pengguna Apple mengunduh FaceApp lebih sedikit dari pengguna Android (2 juta berbanding 4,5 juta) namun tetap saja itu berkontribusi kepada pendapatan perusahaan.
Filter di Aplikasi FaceApp sebetulnya gratis tapi pengguna diminta untuk membayar jika ingin menghilangkan iklan dan tanda air di foto mereka dan mendapat akses ke filter tambahan.
Pendiri perusahaan pembuat FaceApp, Yaroslav Goncharov menolak berkomentar atas laporan Forbes. Pekan lalu pengembang FaceApp menjawab masalah keamanan bagi para pengguna dengan mengatakan operasi penyuntingan foto yang dilakukan via Cloud tetap tidak memberikan akses ke data apa pun yang bisa mengidentifikasi pengguna. Pernyataan perusahaan juga menyebut mereka 'tidak menjual atau membagikan data pengguna kepada pihak ketiga' atau menyerahkan data pengguna kepada pemerintah Rusia.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya