Eropa dan AS kecam sikap Israel ogah kembalikan Dataran tinggi Golan
Merdeka.com - Uni Eropa mengecam pernyataan pemerintah Israel yang menolak mengembalikan Dataran Tinggi Golan kepada Suriah. Sebelumnya, sesudah dapat kabinet Minggu (17/4), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan wilayah dataran tinggi itu sah menjadi wilayah Negeri Bintang Daud.
"Setelah 50 tahun komunitas internasional akan mengakui Dataran Tinggi Golan selamanya berada di tangan Israel," kata Netanyahu.
BBC melaporkan, Rabu (20/4), Uni Eropa menolak klaim tersebut. Wakil presiden Uni Eropa Federica Mogherini menyatakan wilayah sengketa itu direbut paksa oleh tentara Zionis pada 1967.
"Uni Eropa hanya mengakui Israel sesuai perbatasan pra tahun 1967. Setiap klaim terkait daerah lain," ujarnya.
"Ini adalah posisi konsolidasi umum UE dan negara-negara anggotanya," imbuh Mogherini.
Amerika Serikat juga mengecam pernyataan Netanyahu. Baik Partai Republik maupun Partai Demokrat menolak mengakui wilayah yang dianeksasi secara sepihak.
"Wilayah Golan bukan bagian dari Israel dan status wilayah tersebut harus ditentukan melalui negosiasi. Situasi di Suriah saat ini tidak memungkinkan adanya negosiasi itu," kata John Kirby, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS.
Israel merebut Dataran Tinggi Golan pada 1967 setelah perang enam hari melawan koalisi negara-negara Arab mencakup Yordania, Mesir, Libanon, Irak, dan Suriah. Sebelum aneksasi, wilayah itu secara sah diakui dunia internasional sebagai milik Suriah.
Netanyahu melontarkan pernyataan kontroversial itu setelah proses perundingan damai Suriah membahas nasib Dataran Tinggi Golan. Ada selentingan kawasan subur itu akan diberikan kepada kelompok oposisi Presiden Basyar al-Assad.
Sejak diduduki paksa, Dataran Tinggi Golan kini menjadi lokasi hunian 20 ribu imigran Yahudi, terdiri atas 33 wilayah pemukiman (Kibbutz). Akibat Perang Enam Hari, 131 ribu penduduk asli Suriah terusir dari Golan.
Wilayah Golan diketahui memiliki cadangan minyak dan gas. Israel telah membuka kawasan tersebut kepada investor, termasuk juga menggelontorkan dana memperluas pemukiman Yahudi.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya