Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Erdogan: Turki-Israel saling membutuhkan

Erdogan: Turki-Israel saling membutuhkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan PM Israel Benjamin Netanyahu. ©i24news.tv

Merdeka.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan negaranya membutuhkan Israel, demikian pula sebaliknya. Kesadaran akan faktor komplementer dalam pelbagai hal, termasuk ekonomi, yang mendorong kedua negara menjajaki normalisasi hubungan diplomatik yang membeku pada 2010.

"Israel membutuhkan negara seperti Turki di kawasan, dan kami pun harus mengakui bahwa bangsa Turki membutuhkan Israel. Inilah kenyataannya," kata Erdogan dalam naskah pidato tertulis di surat kabar Turki, Sabtu (2/1), seperti dilansir Kantor Berita AFP.

Turki-Israel sudah menjalin hubungan diplomatik sejak 1949. Berbeda dari negara-negara mayoritas muslim lainnya, Turki langsung mengakui kedaulatan Negeri Zionis itu berdiri atas prakarsa negara Sekutu.

Turki butuh berbaikan dengan Israel untuk memperoleh pasokan impor gas. Saat ini, negara bekas Kekaisaran Ottoman itu sedang terancam krisis energi karena mendapat sanksi ekonomi dari Rusia akibat insiden jatuhnya sukhoi di Suriah.

Tanpa merinci apa saja kesepakatan yang disodorkan kedua negara, Erdogan memastikan normalisasi hubungan diplomatik hanya bisa dicapai Turki-Israel melalui niat baik.

"Jika bisa dicapai langkah yang saling menguntungkan, maka normalisasi diplomatik akan mengikuti secara alamiah," kata politikus Partai Keadilan dan Pembangunan Turki itu.

Dari pertemuan awal Desember 2015, Turki disebut-sebut menetapkan syarat sebelum menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Tidak akan ada kesempatan berbaikan, jika Negeri Zionis itu masih saja memblokade akses darat, laut, udara terhadap penduduk Palestina di Jalur Gaza.

Selain isu Palestina, Turki minta dilakukan pembayaran ganti rugi pada keluarga 10 aktivis peduli Jalur Gaza yang tewas dalam penyerangan Kapal MV Mavi Marmara oleh militer Israel pada 2010 lalu. Pemerintah Israel juga wajib minta maaf secara terbuka atas insiden penyerangan kapal tersebut.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP