Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Erdogan Kecam AS dan Uni Eropa Campuri Urusan Venezuela

Erdogan Kecam AS dan Uni Eropa Campuri Urusan Venezuela erdogan dan istrinya. ©Al Arabiya

Merdeka.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan kembali menyatakan dukungannya kepada Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, di tengah krisis politik dan ekonomi yang melanda negara Amerika Latin itu. Erdogan menyebut ada upaya negara-negara Barat untuk menggulingkan Maduro dengan alasan demokrasi.

"Apakah Venezuela milikmu?" sindir Erdogan di hadapan anggota parlemen Turki, sebagaimana dilansir dari Russia Today, Rabu (6/2).

"Bagaimana Anda menggulingkan seseorang yang menang melalui pemilihan? Bagaimana Anda menyerahkan (kekuasaan) presiden kepada seseorang yang bahkan tidak terpilih? Apakah Anda tahu apa itu demokrasi?," lanjutnya.

Setelah Amerika Serikat (AS), beberapa negara anggota Uni Eropa menyusul menyatakan dukungannya dan mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

Barat, tegas Erdogan, mendorong keputusan yang melanggar hukum dengan tujuan mendepak Maduro dari kekuasaan. Erdogan menentang apa yang dilakukan AS dan sejumlah negara Eropa di Venezuela.

"Kita menentang sikap imperialis ini," tegasnya.

Ini bukan pertama kalinya Erdogan memberikan dukungan kepada Maduro. Sebelumnya, dia mengatakan rekannya di Caracas tengah menghadapi "aksi sabotase pembunuh ekonomi." Erdogan menjanjikan penguatan hubungan perdagangan antara Turki dan Venezuela.

Pada akhir Januari, ketika krisis sedang berlangsung, Ankara mengkritik AS karena ikut campur urusan dalam negeri Venezuela. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menilai deklarasi Guaido sebagai presiden sementara sangat aneh. Sementara Erdogan menyuarakan solidaritasnya kepada Maduro dan berpesan, "Saudara Maduro, berdiri tegak lah".

Erdogan juga pernah mengalami percobaan kudeta pada tahun 2016. Ankara menuding percobaan kudeta dipimpin Fethullah Gulen, tokoh Turki yang tinggal di AS. Washington menolak untuk mengekstradisi Gulen ke Turki.

Hubungan Ankara dan Caracas mulai berkembang sejak 2016, ketika Maduro melakukan empat kali kunjungan ke Turki. Pada 2018, Erdogan melawat ke Venezuela sebagai kunjungan balasan dan merupakan kunjungan pertama kali pemimpin Turki dalam sejarah.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP