Erdogan: Barat ada di balik pembantaian Charlie Hebdo
Merdeka.com - Saat banyak orang menunjuk jarinya pada muslim sebagai biang pembantaian tabloid satir Prancis Charlie Hebdo, presiden Turki malah mengecam keras pasukan keamanan Negeri Menara Eiffel itu. Dia juga menuding Barat berada di balik serangan ini.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (14/1), Recep Tayyip Erdogan menegaskan agar Barat sebaiknya berhenti mempermainkan perasaan muslim sejagat. Dia juga mengajak umat Islam bersatu. "Pembantaian itu dilakukan oleh warga Prancis dan muslim yang harus membayar harganya? Itu sangat bodoh. Apa intelijen Prancis tak bisa melacak ini?" ujar Erdogan sengit.
Bagi Erdogan kemunafikan Barat sangat jelas. Atas nama perang pada terorisme mereka malah meletakkan rasisme, fobia Islam, dan kebencian pada muslim.
Erdogan menolak mengikuti jalan kaki untuk dukungan bagi Charlie Hebdo. Dia diwakilkan oleh Perdana Menteri Ahmet Dovutoglu.
Sebelas dua belas dengan Erdogan Wali Kota Ankara Melih Gokcek meyakini dinas intelijen Israel Mossad ada di balik serangan ini lantaran Prancis mengakui kemerdekaan Palestina.
Rusia menuding Amerika Serikat dan Badan Intelijen Negara (CIA) menjadi aktor di balik layar atas pembantaian Charlie Hebdo.
(mdk/din)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya