Empat putri Saudi dari keluarga al Saud diculik sebab melawan pemerintah
Merdeka.com - Mantan Kepala Intelijen Arab Suadi Pangeran Turki Al-Faisal membenarkan ada empat Putri Saudi yang menghilang di Eropa dan sekarang sudah kembali ke Riyadh.
Faisal menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara dengan kantor berita Rusia Sputnik yang disiarkan pekan lalu.
Faisal mengatakan Interpol telah mengeluarkan perintah untuk menangkap mereka.
"Kami tidak ingin mempublikasikan hal-hal semacam ini karena kami menganggap ini masalah domestik. Tentu saja, ada orang yang bekerja untuk membawa mereka kembali. Mereka di sini, mereka tidak menghilang. Mereka sudah bertemu keluarganya," kata dia, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (10/10).
"Mereka seperti penjahat biasa. Mereka memiliki hak dan tanggung jawab," tambah Faisal.
Sebelumnya pada Agustus lalu BBC Arab menyiarkan dokumenter yang mengabarkan tiga putri dari keluarga Al Saud (keluarga Raja Salman bin Abdulaziz al Saud) yang menentang rezim dan tinggal di Eropa telah menghilang. Tiga putri ini pernah mengkritik otoritas dan rezim Saudi secara terang-terangan.
Berita BBC itu menyodorkan bukti baru yang membenarkan tiga putri diculik dan dideportasi ke Arab Saudi. Laporan tersebut juga menegaskan penculikan itu sesuai dengan program pemerintah yang secara sistematis menculik warga Saudi yang membangkang, dan melawan pemerintah.
Dengan semua laporan dan dokumen yang sudah dipublikasikan soal penculikan tiga putri itu, otoritas Saudi masih belum mengeluarkan komentar atau pernyataan soal bukti penculikan itu.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya