Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Empat orang ini dihukum mati sebab bocorkan rahasia negara

Empat orang ini dihukum mati sebab bocorkan rahasia negara Ilmuwan Iran Shahram Amiri. ©2016/AFP

Merdeka.com - Menjadi seorang mata-mata tidaklah mudah. Dibutuhkan kemampuan khusus agar terhindar dari pantauan musuh. Tidak sebatas itu, mata-mata juga wajib menyimpan informasi rahasia semaksimal mungkin.

Seorang dengan penuh informasi rahasia tak jarang menjadi incaran. Pihak musuh pun tak tanggung siap membayar mereka dengan nominal yang luar biasa. Namun saat ketahuan, bersiaplah nyawa taruhannya.

Seperti ilmuwan di Iran, diduga sebagai mata-mata, membocorkan rahasia kepada Amerika Serikat terkait informasi nuklir. Sang ilmuwan dihukum mati dengan hukuman gantung.

Pelbagai kasus serupa juga pernah terjadi, seperti orang Palestina yang dituding menjadi mata-mata Israel dan dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Tinggi Hamas di Gaza.

Berikut empat mata-mata yang dieksekusi mati karena bocorkan rahasia negara versi merdeka.com:

Mata-mata Iran dieksekusi mati di Kuwait

iran dieksekusi mati di kuwait rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Seorang mata-mata asal Iran dan seorang lagi asal Kuwait siap dieksekusi mati usai dijatuhi vonis oleh Pengadilan Kuwait. Mereka dinyatakan bersalah karena menjadi mata-mata Iran, serta dituding memiliki rencana penyerangan berbahaya.Ketegangan ini terjadi saat Ulama Syiah Nimr al-Nimr dieksekusi mati. Seperti diberitakan BBC, (12/1) Kuwait adalah salah satu negara sekutu Arab Saudi yang menarik duta besarnya dari Teheran, usai renggangnya hubungan diplomatik Saudi dan Iran.Kedua mata-mata Iran diadili bersama 20 terpidana mati Kuwait lainnya.

Diduga mata-mata Israel, wartawan Inggris dihukum mati di Irak

mata israel wartawan inggris dihukum mati di irak rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Seorang wartawan Inggris keturunan Iran, Farzard Bazoft dieksekusi mati oleh pemerintah Irak. Hal tersebut dikarenakan Bazoft dituding sebagai mata-mata. Kejadian ini terjadi pada 15 Maret 1990.Status Bazoft kala itu adalah pewarta lepas bagi The Observer dan BBC London untuk liputan pemilu. Setibanya di Irak, bukan terkait pemilu, wartawan muda ini mendapat berita lain yang lebih menantang, yaitu pembuktian rumor ledakan di pabrik roket rahasia Saddam Hussein yang menewaskan pekerja Mesir.Investigasinya bukan ilegal, semua mendapat izin. Namun, saat hendak pulang ke Inggris, dia ditahan dan dijebloskan ke penjara dengan tuduhan mata-mata Israel hingga akhirnya dieksekusi mati.

Dituding jadi mata-mata, orang Palestina dieksekusi mati Hamas

mata mata orang palestina dieksekusi mati hamas rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Adanya temuan bukti sebagai mata-mata oleh Pengadilan Tinggi Hamas di Gaza membuat seorang warga Palestina dihukum mati.  Pria ini diketahui berusia 28 tahun berinisial NA.Diberitakan laman Al Arabiya (25/8/2015), ini bukan kali pertama Hamas mengeksekusi warga Palestina yang dituding jadi antek Zionis. Saat Perang Gaza, ada 6 orang Palestina yang dijatuhi hukuman mati dan telah dieksekusi akibat jadi mata-mata.Eksekusi mati ini sejatinya harus mendapat persetujuan sang presiden Palestina. Namun, Hamas bertolak belakang dengan otoritas dan kerap tidak bertindak atas kehendaknya sendiri.

Iran eksekusi ilmuwan ahli nuklir

ilmuwan ahli nuklir rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Seorang ilmuwan nuklir Iran yang sempat hilang dan kembali ke rumah dengan selamat pada 2010 dieksekusi mati oleh pemerintah setempat. Selama hilang, pria bernama Shahram Amiri ini mengklaim dirinya telah diculik oleh CIA."Mereka menanyakan terkait dokumen rahasia, tetapi saya tidak pernah menukarnya dengan apa pun untuk negara," katanya pada saat itu, seperti dikutip dari koran the Daily Mail, Minggu (7/8).Namun, pemerintah Iran sendiri tidak percaya dan menduga jika ilmuwan ini telah menukar informasi penting negaranya dengan imbalan USD 5 juta atau setara dengan Rp 65,6 miliar."Shahram Amiri telah dieksekusi karena membocorkan rahasia kepada musuh," kata pemerintah Iran."Dia kami hukum gantung," tambah juru bicara pengadilan Iran di tempat eksekusi.

 

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP