Empat insiden akibat kecanduan game ponsel Pokemon Go
Merdeka.com - Game ponsel Pokemon Go terus menuai sorotan pelbagai pihak. Para penikmat permainan ini terus bermunculan. Permainan mengejar sosok makhluk virtual ini dikembangkan oleh perusahaan Niantic Inc. asal San Francisco, Amerika Serikat.
Pada dasarnya, game baru yang mejeng di toko aplikasi ponsel pintar ini baru dirilis secara resmi di beberapa negara saja, seperti Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Walau begitu, para maniak tidak mau ketinggalan dan bisa langsung mengunduhnya lewat situs apkmirror.com.
Saking menarik perhatiannya, permainan virtual yang diluncurkan 7 Juni lalu ini sampai mendapat respon keras dari sejumlah pihak, seperti kepolisian. Polisi sampai mengeluarkan imbauan agar para pemain untuk terus berhati-hati.
Sebuah temuan menarik juga diberitakan media asing, kala seorang tentara militer Amerika Serikat yang bertugas di Irak malah keranjingan mencari pokemon, ketimbang bertempur lawan ISIS. Aneh bukan?
Berikut empat insiden yang terjadi akibat 'virus' Pokemon Go yang dihimpun merdeka.com dari berbagai sumber:
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya