Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Emmanuel Macron Kutuk Demonstran Rompi Kuning di Paris

Emmanuel Macron Kutuk Demonstran Rompi Kuning di Paris Emmanuel Macron. ©2017 Reuters

Merdeka.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam pelecehan anti-Semit yang ditunjukkan pada intelektual terkemuka oleh sekelompok demonstran 'rompi kuning' di Paris.

Polisi datang untuk melindungi filsuf Alain Finkielkraut, setelah ia dibombardir dengan hinaan dan ejekan anti-Yahudi di ibu kota Prancis.

Dikutip dari BBC pada Minggu (17/2), Macron mengatakan insiden itu adalah "gangguan terhadap pestaruan Prancis", dan sangat tidak bisa ditoleransi.

Akademisi Yahudi berusia 69 tahun itu mengatakan kepada surat kabar Le Parisien bahwa ia mendengar orang-orang meneriakkan "Zionis kotor" dan "menceburkan diri ke kanal" (dalam bahasa Prancis).

Turut mengatakan kepada surat kabar Journal du Dimanche, Finkielkraut, merasa ada "kebencian mutlak" diarahkan kepadanya. Dia khawatir akan keselamatannya jika polisi tidak ada di sana, meskipun diakuinya tidak semua pengunjuk rasa bersikap agresif.

Finkielkraut, putra imigran Polandia, sebelumnya menyatakan simpati kepada para demonstran, tetapi juga menyuarakan kritik terhadap gerakan tersebut, yang dinilainya semakin brutal.

Dia mengatakan bahwa Presiden Emmanuel Macron telah berbicara dengannya melalui telepon pada hari Sabtu, untuk menyampaikan dukungan.

Sementara itu, puluhan ribu orang ambil bagian dalam protes anti-pemerintah Prancis yang digelar pada hari Sabtu.

Polisi menggunakan gas air mata untuk mengendalikan massa ketika demonstran 'rompi kuning' turun ke jalan-jalan di seluruh Prancis selama 14 pekan berturut-turut.

Sumber: Liputan6.comReporter: Happy Ferdian Syah Utomo

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP