Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Duterte akui sebagai pemimpin diktator

Duterte akui sebagai pemimpin diktator Presiden Filipina Rodrigo Duterte. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte membangga-banggakan gaya kepemimpinannya yang diktator. Menurutnya, jika dia tidak menerapkan gaya kepemimpinannya tersebut, Filipina tidak akan pernah membaik.

Duterte juga mengusulkan revisi hukum Filipina, namun hal itu ditolak oleh pemimpin oposisi. Saat ini, wewenang eksekutif, legislatif, dan yudisial dari beberapa negara bagian, berada dalam otoritas pusat. Namun usulan Duterte tersebut bertujuan untuk mengalihkan hukum saat ini ke sistem federal.

"Jika Anda mengatakan diktator, saya benar-benar seorang diktator. Jika saya tidak bertindak (seperti seorang) diktator, seorang anak laki-laki bandel tetap ada di negara ini," kata Duterte, dilansir dari laman Russia Today.

Dalam pidato saat pertemuan dengan mantan pemberontak Komunis, Duterte bersikeras bahwa gaya kepemimpinannya diperlukan untuk menopang kemajuan dan pertumbuhan negara tersebut.

"Itu benar, jika saya tidak bertindak seperti seorang diktator, yang merupakan gaya saya sekarang, tidak akan terjadi apa-apa di negara ini. Saya harus (bertindak seperti seorang diktator). Selain itu, Anda telah memilih saya sebagai presiden Anda. Mengapa Anda tidak mengikuti saya saat impian saya adalah untuk Anda?" kata Duterte.

Sudah banyak kritikus yang menuduh Duterte memiliki sifat otoriter. Seperti kalimat brasif dan agresifnya saat berhadapan dengan lawan. Ditambah dengan sikap kerasnya terhadap narkoba, yang sudah menjadi ciri kepresidenannya.

Dia juga mendapat kecaman keras karena mengumumkan darurat militer di pulau selatan Mindanao tahun lalu, saat pemberontakan Islam di Kota Marawi.

Namun, Duterte secara terbuka menyatakan bahwa dia tidak berniat menjadi diktator dan meminta masyarakat untuk menghindari dari segala potensi. Bahkan dia memerintahkan militer dan polisi untuk menembaknya jika dia memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden, yang akan berakhir pada 2022, bahkan dalam satu hari.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP