"Dunia Makin Rentan, Potensi Konflik Antarnegara Super Power Kian Meningkat"
Merdeka.com - Jenderal militer Amerika Serikat Mark Milley kemarin mengatakan kepada parlemen, dunia kini semakin rentan dan "potensi besar konflik internasional semakin meningkat, bukan berkurang."
Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin di hadapan Komite Angkatan Bersenjata di DPR menyampaikan pernyataan pertama kalinya di hadapan Kongres sejak invasi Rusia ke Ukraina. Kedua pemimpin Pentagon itu mengatakan ancaman dari Rusia dan China masih signifikan.
Milley yang sudah mengabdi di militer AS selama 42 tahun itu menuturkan invasi Rusia ke Ukraina "ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan Eropa dan bahkan mungkin dunia." Namun dia mengaku terharu melihat dukungan dunia kepada Ukraina.
"Invasi Rusia ke Ukraina mengancam tidak hanya perdamaian Eropa dan keamanan tapi juga perdamaian global dan keamanan yang diperjuangkan dengan susah payah oleh orang tua dan generasi Amerika terdahulu," kata dia, seperti dilansir laman CNN, Selasa (5/4).
"Kita saat ini menghadapi dua kekuatan global: China dan Rusia yang masing-masing memiliki kemampuan militer mumpuni yang ingin mengubah secara drastis tatanan dunia," ujar Milley.
"Kita sekarang memasuki masa dunia yang kian rentan dan potensi besar konflik internasional makin meningkat, bukan berkurang."
Senator Republik dari Alabama, Mike Rogers, mengatakan dia akan mendukung langkah AS untuk mendirikan pangkalan permanen di negara Eropa Timur anggota NATO seperti Polandia dan kawasan Baltik untuk mengatasi Rusia. Milley menuturkan dia juga akan mendukung hal yang sama.
"Saya yakin banyak sekutu Eropa, terutama yang di Baltik atau Polandia atau Rumania atau di tempat lain, mereka sangat, sangat bersedia mendirikan pangkalan permanen," kata Miller.
"Mereka akan membangunnya, mereka akan membiayainya dan seterusnya, bagi kita akan melalui rotasi pasukan. Jadi keberadaan pasukan kita akan terus ada, tapi tentara, pelaut, atau penerbang dan marinir tidak seterusnya ada di sana selama 2-3 tahun."
Sementara Austin mengatakan NATO masih membahas bagaimana memperkuat keberadaan pangkalan permanen saat ini di timur Eropa.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya