Dunia berduka saat Bom Belgia tapi tidak saat bom di Pakistan, Turki
Merdeka.com - Hanya berselang sesaat setelah dua bom bunuh diri di bandara Zaventem dan sebuah bom meledak di stasiun kereta di Brussels, Belgia, Selasa lalu, dunia internasional segera bereaksi.
Peristiwa yang menewaskan 35 orang itu langsung menjadi sorotan media internasional. Para pemimpin dunia, mulai dari Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama menyampaikan rasa bela sungkawa kepada rakyat Belgia.
Tokoh dunia yang lain, termasuk para selebritas, juga menyampaikan hal serupa. Sejumlah bangunan terkenal di Eropa, seperti Menara Eiffel di Paris, Prancis, dan Gedung Parlemen Inggris, kemudian diterangi dengan lampu berwarna bendera Belgia, hitam, kuning, merah, sebagai tanda duka cita dan solidaritas bagi korban. Sama seperti peristiwa serangan teror beruntun di Paris November tahun lalu, Menari Eiffel diterangi bendera Prancis.
Para kartunis juga kemudian membuat gambar tokoh kartun terkenal asal Belgia, Tintin yang menangis karena Teror Brussels. Seluruh dunia berduyun-duyun menyampaikan duka dan simpati. Media-media internasional berlomba melaporkan berita tercepat, terlengkap, paling akurat mengenai kejadian itu.

Tintin dan Snowy menangis karena Teror Belgia ©Twitter
Tapi kemudian apa yang terjadi usai bom di Pakistan kemarin sama sekali berbeda dengan serangan di Brussels. Sedikitnya 69 orang tewas, kebanyakan anak-anak dan perempuan, akibat serangan bom di taman Lahore ketika umat Kristen tengah merayakan Hari Paskah.
Russia Today melaporkan, Senin (28/3), seorang pengguna media sosial Twitter sempat mempertanyakan di mana liputan media Barat soal kejadian ini.
"Mengapa Sky News, BBCNews, BBCBreaking tidak memberitakan peristiwa serangan Lahore?" tanya akun @ali_b86
"Tidak heran, standar ganda," kata dia menjawab pertanyaannya sendiri.
Melalui juru bicara Dewan Keamanan Nasional Ned Price, Amerika Serikat mengutuk (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya