Dulu sering mengkritik, kini Trump manut dengan Saudi
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima sambutan yang begitu hangat saat melakukan kunjungan perdananya sebagai pemimpin negara ke Arab Saudi. Bahkan, foto Trump dan Raja Salman bin Abdul Aziz diproyeksikan di depan bangunan Hotel Ritz Carlton di Riyadh.
Saat menerima sambutan, Trump juga terlihat gembira. Dia bahkan ikut berdansa dengan para penari dan sempat membungkuk di hadapan raja saat menerima medali emas dari Raja Salman pada pertemuan di istana kerajaan.
Sikap Trump sangat bertolak belakang dengan citra yang selama ini ditampilkannya. Seperti diketahui, sejak dulu Trump bukanlah penggemar negara muslim konservatif.
Sebelum menjadi pemimpin AS, Trump menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengkritik pemerintahan Arab Saudi. Dia berulangkali menuntut Saudi agar memberi kompensasi kepada AS atas aliansi yang telah berjalan lama.
"Beritahu Arab Saudi dan yang lainnya bahwa kami menginginkan kompensasi berupa minyak gratis untuk sepuluh tahun ke depan atau kami tidak akan melindungi Boeing 747 pribadi mereka. Bayar!" tulis Trump dalam akun media sosial Twitter miliknya pada 2014 lalu, seperti dilansir dari laman Washington Post, Minggu (21/5).
Selama masa kampanye, dia juga mengecam Saudi karena sejarah pelanggaran hak asasi manusia di negara tersebut. Dia juga sempat mengkritik kebijakan Presiden Barack Obama di Timur Tengah.
Tak hanya itu, Trump juga sempat mengkritik istri Obama, Michelle Obama dan menganggapnya menghina karena tidak mengenakan penutup kepala saat berkunjung ke Saudi pada 2015 lalu. Namun, di perjalanannya kali ini, istri Trump Melania Trump rupanya tidak mengenakan syal atu penutup kepala.
"Banyak orang bilang bagus Nyonya Obama menolak memakai kerudung di Arab Saudi, tapi mereka merasa (Saudi) dilecehkan. Kita sudah cukup punya banyak musuh," ujar kicauan Trump pada 29 Januari 2015.
Namun, di balik segala kontroversi kunjungannya ke Saudi, Trump melakukan tugasnya dengan baik. Bahkan, beberapa kerja sama bilateral bernilai miliaran dolar juga disepakati kedua pemimpin negara.
"Ini adalah hari yang menyenangkan. Dan ini merupakan investasi luar biasa bagi Amerika Serikat, pastinya akan banyak pekerjaan, pekerjaan, pekerjaan," kata Trump usai menandatangani kerja sama "visi strategis" senilai USD 110 miliar.
Meski tidak disebutkan secara detail kerja sama yang dimaksud, namun dalam surat tujuan (letter of intent) tertera bahwa AS akan mendukung kebutuhan pertahanan Saudi dengan melakukan penjualan alat pertahanan seperti kapal angkatan laut, tank, dan kendaraan lainnya.
Selain itu, kerja sama baru yang belum pernah melewati tahap diskusi seperti sistem pertahanan rudal, pembaruan pertahanan siber Saudi, pengumpulan intelijen lewat udara, dan pengamanan perbatasan juga turut dibahas.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya