Dulu ngambek warganya dihukum mati, kini Brasil terima Dubes RI
Merdeka.com - Insiden penolakan Presiden Brasil Dilma Rousseff menerima surat kepercayaan (credentials) dari Duta Besar Indonesia Toto Riyanto tidak terulang. Dalam seremoni Rabu siang waktu setempat di Ibu Kota Brasilia kemarin, Dubes Toto lancar menyerahkan surat tugas itu bersama 21 dubes negara lain.
Kementerian Luar Negeri lega karena Brasil akhirnya bersedia menormalisasi hubungan dengan RI. "Ini merupakan langkah positif untuk membangun hubungan bilateral yang baik," kata Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Kamis (5/11).
Hubungan Brasil-Indonesia memburuk pada Februari lalu. Presiden Brasil Dilma Rousseff memperlambat proses penyerahan credentials dari Dubes Toto untuk memprotes hukuman mati dua warganya. Michael Archer Cardoso, WN Brasil yang jadi kurir narkoba, ditembak mati di Cilacap pada 17 Januari. Sedangkan Rodrigo Gularte masuk dalam rombongan eksekusi jilid II tahun ini bersama Bali Nine, juga karena penyelundupan narkoba.
Dilma mengatakan terkejut karena lobinya menyelamatkan dua warga itu diabaikan oleh Presiden Joko Widodo. "Menjalankan hukuman mati yang sudah ditolak komunitas internasional mempengaruhi hubungan kedua negara," kata Dilma saat itu.
Pada acara di Istana Kepresidenan Brasil 20 Februari lalu, Dubes Toto sudah datang bersama diplomat lain asal Venezuela, El Salvador, Panama, Senegal dan Yunani. Tapi hanya dia yang diminta tidak menyerahkan credentials, sehingga batal mengikuti upacara resmi.
Menlu Retno L.P Marsudi memprotes kebijakan Negeri Samba itu. Dubes Toto pun dipanggil pulang ke Tanah Air sebagai aksi balasan. Setelah nyaris 10 bulan, akhirnya hubungan Brasil-RI normal kembali. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya