Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dubes Venezuela: Media asing bantu oposisi hancurkan pemerintah

Dubes Venezuela: Media asing bantu oposisi hancurkan pemerintah Nicolas Maduro ditimpuk mangga. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sering diberitakan hampir bangkrut, bikin Venezuela meradang. Disampaikan dalam jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Gladys F. Urbaneja Duran menegaskan, media asing terutama media Amerika Serikat berperan penting dalam pemberitaan 'ngaco' tersebut.

Dubes Gladys mengatakan media asing dikuasai oleh para oposisi yang ingin mengkudeta Presiden Nicolas Maduro Moros. Dia menyebut hal ini sebagai perang media.

"Selain perang ekonomi, perang yang kedua ialah perang media. Para media asing bekerja sama dengan oposisi memberi kesan seolah-olah Venezuela bangkrut," ucap mantan Duta Besar Venezuela untuk FAO ini, Rabu (25/5).

Tiga hari yang lalu, ungkap Gladys, Menteri Luar Negeri Venezuela Delcy Rodriguez menggugat koran kenamaan asal Amerika Serikat, Washington Post. Menurut pemerintah Venezuela, selama hampir sebulan penuh, koran ini menampilkan berita seolah-olah Venezuela dalam keadaan mengerikan.

"Ini perang media, diciptakan suatu kondisi agar dunia melihat Venezuela dalam kondisi hampir bangkrut. Sungguh sangat disayangkan, media sebesar itu menjadi alat para oposisi," kata Gladys.

Para konglomerat media, sambung Gladys, cukup gencar memberitakan Venezuela dalam kondisi memprihatinkan. Menurut dia perang media tersebut sama dengan yang terjadi 2014 lalu.

Dia menyebutkan para oposisi sengaja menggunakan media dan kemudian dengan sengaja pula memunculkan gambar orang melakukan aksi demonstrasi, bakar-bakar ban dan sebagainya, yang menimbulkan ketakutan publik. Hal ini diharapkan agar masyarakat Venezuela takut dan mendorong sang presiden untuk mundur dari jabatannya.

"Ya, gerakan ini misalnya, melakukan demonstrasi di beberapa kota dengan upaya bakar-bakar ban, lempar bom molotov, kemudian diambil gambarnya dan diberitakan di media. Hal ini supaya dunia tahu bahwa Venezuela sedang chaos, benar-benar tak terkendali," tuturnya.

Media-media asing memang cukup gencar memberitakan tentang Venezuela akhir-akhir ini. Bahkan CNN pernah memberitakan Venezuela harus menjual emas ke Eropa untuk membayar utang negara.

Dalam pemberitaan tersebut dilaporkan salah satu negara Amerika Latin itu mengirim emas batangan senilai USD 1,3 miliar ke Swiss pertengahan Januari lalu.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP