Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dubes Inggris: Brexit tak ganggu komitmen kami pada Indonesia

Dubes Inggris: Brexit tak ganggu komitmen kami pada Indonesia Dubes Inggris Moazzam Malik (tengah). ©2016 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta

Merdeka.com - Setelah memastikan keluar dari Uni Eropa, Inggris berusaha menjaga situasi pemerintahannya agar tetap stabil. Negosiasi resmi atas keputusan Brexit (British Exit) akan menjadi tugas Perdana Menteri Inggris baru yang akan dipilih dalam Konferensi Partai Konservatif.

"Adanya keputusan ini tentu kita terus berusaha menstabilkan pemerintahan dan selanjutnya akan dilakukan negosiasi resmi terhadap keputusan ini oleh pemerintahan yang baru Oktober nanti," kata Duta Besar Inggris Moazzam Malik saat melakukan konferensi pers di Kedutaan Besar Inggris, Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6).

Mozzamil mengatakan meski keputusan Brexit ini menimbulkan pro dan kontra, namun Inggris tetap berkomitmen menjadi anggota G-20 dan 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Hubungan dengan Indonesia sendiri, Mozammil menyampaikan tidak ada pengaruh yang cukup signifikan adanya Brexit. Inggris pun tetap mendukung penuh Indonesia dalam pelbagai aspek hubungan bilateral, meski nantinya tidak lagi berada dalam lingkup Uni Eropa.

"Inggris akan tetap menjadi anggota G-20 dan juga negara kami tetap menjadi negara dengan 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Terlebih dengan Indonesia kami tetap komitmen untuk mempererat hubungan," ujarnya.

Diketahui, pada Jumat (24/6) lalu hasil referendum Britania Raya dimenangkan kubu yang ingin memisahkan diri dari Uni Eropa. Perolehan suara warga pro-Brexit mencapai 52 persen, selisih tipis dengan negara yang kontra sebesar 4 persen.Salah satu dampak Brexit yang dikhawatirkan warga asing adalah sulitnya imigran masuk wilayah Britania.

Wilayah Britania yang setuju keluar dari Uni Eropa adalah Wales dan Inggris. Sedangkan Skotlandia dan Irlandia Utara masih menginginkan tetap berada di Uni Eropa kecewa. Perpecahan wilayah di internal Britania sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP