Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dubes asing di Jakarta ajak diskusi BNPT cara menangkal radikalisme

Dubes asing di Jakarta ajak diskusi BNPT cara menangkal radikalisme Kepala BNPT Saud Usman Nasution. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Memenjarakan teroris bukanlah penyelesaian masalah, ungkap Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris Saud Usman Nasution. Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini menilai terorisme merupakan penyakit yang harus dibasmi setelah mengetahui gejala-gejalanya.

Saud menghadiri diskusi Acara mengenai terorisme dan ISIS di Jakarta, Selasa (8/12). Diskusi ini diprakarsai Duta Besar Amerika Serikat Robert O. Blake, Duta Besar Prancis Corrine Breuze, serta Duta Besar Rusia Mikhail Galuzin.

Saud mengatakan, terorisme diberantas melalui pendekatan. Pendekatan yang dia maksud yaitu mencari motivasi awal mengapa seorang teroris melakukan aksi radikal.

"Memenjarakan teroris tidak menjadi sebuah solusi. Kita harus melakukan pendekatan pada para teroris. Kita harus mencari tahu apa yang menjadi motivasi awal mereka," ungkapnya saat ditemui di acara Koalisi Internasional Melawan ISIS di Jakarta, Selasa (8/12).

Saud mencontohkan motivasi para pelaku bom bali. Setelah Imam Samudra ditangkap, kelompok ini me ngaku dendam pada Amerika Serikat. "Karena tidak bisa ke sana, akhirnya mereka membalas dendam di Bali, yang dianggap banyak warga AS berlibur,"

Menurut Saud, radikalisme itu terjadi karena seorang terlalu menutup diri. Mereka tidak membuka pikirannya untuk hal yang positif, karenanya para teroris yang mendekam di penjara diberi pelatihan agar pemikirannya jauh dari radikalisme.

Hingga saat ini, banyak sekali orang yang berpikiran radikal yang kemudian menyerahkan diri untuk menjadi bagian dari kelompok radikalisme. Bahkan anak kecil yang sudah bisa menggunakan internet bisa memiliki pemikiran radikal apabila tidak didampingi orang tuanya.

"Saat ini semua kebanyakan dari internet. Anak kecil yang sudah bisa menggunakan internet dapat berpikiran radikal. Kita tidak bisa menyangkal karena interney itu luas. Mereka kan bisa saja melihat video-video radikal dan menganggap itu keren. Karenanya orang tua juga berperan penting," lanjut dia.

Sebanyak 119 orang tewas dalam skenario pemboman, dan sebanyak 19 orang tewas dalam bom bunuh diri di Indonesia. Sementara itu, selama ini baru tiga terdakwa menghadapi hukuman mati atas kasus terorisme.

Walaupun begitu, kata Saud, masih banyak mereka yang berpikiran radikal di Indonesia. Karenanya, hukuman tidak akan menyelesaikan masalah hingga ke akarnya.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP