Dua negara lain juga protes konser Lady Gaga
Merdeka.com - Kontroversi konser penyanyi asal Amerika Serikat Lady Gaga tidak hanya terjadi di Indonesia. Beberapa umat beragama di negara lain juga menyatakan hal serupa, yakni Bulgaria dan Korea Selatan.
Surat kabar New York Daily melaporkan April lalu tur penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta di wilayah Asia dan Eropa bertajuk "Born This Way Ball" rencananya bakal digelar di Korea Selatan, Filipina, Thailand, Hong Kong, Jepang, Taiwan, Singapura, dan Indonesia.
Malaysia tidak dimasukkan dalam daftar singgah musikus peraih lima penghargaan Grammy baru-baru ini karena negara jiran itu sejak awal sudah menolak permohonan pagelaran itu. Bahkan, negara itu melarang lagu-lagu Lady Gaga beredar.
Saat pelantun tembang hits "Bad Romance" dan "Poker Face" mengumumkan bakal tampil di Korea Selatan April lalu, seminggu sebelumnya 300 orang jemaat Kristen negara itu berkumpul di gereja Ibu Kota Seoul dan menggelar misa khusus supaya penyanyi wanita itu batal konser.
Jemaat Kristen Korea Selatan menganggap Lady Gaga pemuja dan penyebar ajaran setan. Dia juga dinilai sebagai pecinta pornografi dan homoseksual.
Lady Gaga selama ini memang mengkampanyekan hak-hak kaum homoseksual dan anti-kekerasan. Meski begitu, konsernya di Korea Selatan tetap berlangsung.
Suara protes anti-Lady Gaga juga menggema di Bulgaria. Sebab, Gereja Ortodoks Bulgaria merasa lirik lagu dan penampilan penyanyi itu mempromosikan perbuatan dosa. Jika tidak ada hambatan, konser itu bakal digelar Agustus mendatang. "Perbuatan dosa tidak patut dibanggakan," kata Uskup Znepole Yoan.
Bukan kali ini saja Bulgaria menolak konser bintang pop Amerika. Pada 2009, mereka juga mengancam bakal memboikot pertunjukkan Madonna yang baru pertama kali manggung di Ibu Kota Sofia. Konser legenda pop itu tetap berlangsung.
(mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya