Dua bom meledak saat salat Jumat di Libya, 2 tewas 75 terluka
Merdeka.com - Sebuah aksi pemboman dilakukan di dalam masjid di kota Benghazi, Libya Timur, Jumat (9/2) waktu setempat. Akibat peristiwa itu, dua orang dilaporkan tewas, sementara 75 orang lain mengalami cedera.
Menurut keterangan penduduk setempat, ledakan tersebut terjadi di masjid kecil yang terletak di distrik Majouri saat jemaah sedang melakukan salat Jumat. Ada dua bom yang meledak di masjid tersebut.
"Perangkat bom diletakkan di sebuah tas di dekat pintu masjid. Tampaknya bom itu sudah diaktifkan dari jarak jauh menggunakan ponsel," kata seorang sumber dari militer, dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu (10/2).
Insiden mematikan ini terjadi hanya selang dua pekan setelah dua bom lain meledak di sebuah masjid di Benghazi, sebuah kota terbesar kedua di negara tersebut, yang menewaskan sekitar 35 orang.
Seperti diketahui, kota tersebut saat ini dikuasai oleh Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh Komandan Khalifa Haftar. Saat ini, LNA sedang berjuang keras melawan kelompok teroris terutama yang berkaitan dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Al Qaeda.
Haftar sendiri merupakan calon presiden yang ikut serta dalam pemilu pada akhir tahun 2018. Selama ini, Haftar telah membangun reputasi dan turut menyumbang stabilitas di Benghazi dan sekitarnya.
Dia berjanji untuk menghentikan serangan anarkis yang terjadi setelah pemberontakan didukung negara NATO untuk mengakhiri kepemimpinan Muammar Gaddafi tujuh tahun lalu.
Haftar meluncurkan operasi militer di Benghazi sejak Mei 2014 sebagai tanggapan atas serangkaian pemboman yang menyebabkan penduduk tewas dan diduga dilakukan oleh militan. Beberapa bulan terakhir ini, sering terjadi pemboman skala kecil yang tampaknya memang menargetkan sekutu atau pendukung LNA.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya