Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua Aktivis Rusia Ditangkap Setelah Masuki Vila Mewah Milik Mantan Menantu Putin

Dua Aktivis Rusia Ditangkap Setelah Masuki Vila Mewah Milik Mantan Menantu Putin Aktivis Rusia berada di balkor vila Alta Mira, Biarritz, milik mantan menantu Vladimir Putin membawa. ©YouTube

Merdeka.com - Dua aktivis Rusia ditangkap setelah memasuki dan menduduki sebuah vila mewah di Biarritz, Prancis, yang dimiliki mantan menantu Vladimir Putin.

Pierre Haffner dari Svoboda Liberte Association, yang blognya muncul di situs web Mediapart, dan Sergey Saveliev, memasuki vila delapan kamar Alta Mira di resor pantai Prancis, yang terkenal banyak dimiliki para oligarki Rusia. Mereka mengumumkan di media sosial, mereka mengubah kunci vila tersebut dan akan memberikannya untuk menampung para pengungsi Ukraina yang melarikan diri dari perang di negaranya.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (15/3), vila itu disebut milik Kirill Shamalov, milarder Rusia dan mantan suami putri paling kecil Putin, Katerina Tikhonova. Haffner dan Saveliev mengklaim menemukan paspor Shamalov dan terjemahan tagihan listrik Moskow.

Sebuah foto yang diunggah di media sosial menunjukkan salah satu aktivis berada di balkon lantai paling atas vila membawa bendera Ukraina.

Haffner mengatakan dia mengubah nama vila itu menjadi "Vila Ukraina", dan akan meminta aktivis HAM dan pengacara untuk mengajukan permohonan kepada pemerintah kota Biarritz dan polisi untuk menggunakan vila itu sebagai tempat penampungan pengungsi dari Ukraina.

Polisi Prancis lalu mendobrak pintu, menangkap kedua aktivis tersebut dan saat ini mereka ditahan.

"Ini tidak adil. Ini bukan keadilan. Kawan-kawan saya tidak melakukan pengrusakan apapun pada bangunan ini, mereka mempersiapkannya agar pengungsi perang di Ukraina, termasuk anak-anak, bisa tinggal di sana. Itu saja yang mereka lakukan. Mereka telah meminta saya membeli beberapa selimut dan seprai untuk orang-orang yang tinggal di sana," kata pembelot Rusia yang diasingkan, Vladimir Osechkin kepada The Guardian.

Osechkin adalah pendiri kelompok HAM yang mengungkap tuduhan pemerkosaan dan penganiayaan di penjara-penjara Rusia dan juga orang paling diburu Rusia.

Di Facebook, Osechkin juga menulis: "Di Eropa, ratusan vila dibeli keluarga Putin dan kaki tangan oligarki mereka. Kehidupan borjuis glamor mereka tiba pada akhir yang logis, karena kejahatan perang dan kejahatan rezim yang harus dibayar. Sekarang ini bukan tentang pesta-pesta glamor dan pesta di vila. Sangat penting untuk bertanggung jawab dan adil di abad ke-21. Kita lanjutkan. Hentikan perang."

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP