Donald Trump Tuding Obama Juga Simpan Dokumen Nuklir Setelah Rumahnya Digeledah
Merdeka.com - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Biro Investigasi Federal (FBI) menerapkan standar ganda setelah menggerebek rumahnya pekan lalu untuk mencari dokumen nuklir yang diduga disimpan Trump di rumahnya. Menurut Trump, pendahulunya yaitu mantan presiden Barack Obama juga menyimpan sekitar 33 juta halaman dokumen, sebagian besar dokumen rahasia dan beberapa berkaitan dengan nuklir. Namun, kata Trump, tidak ada protes dari FBI terhadap Obama ketika dia meninggalkan Gedung Putih.
"Presiden Barack Hussein Obama menyimpan 33 juta halaman dokumen, banyak yang rahasia. Berapa banyak terkait nuklir? Jawabannya adalah, banyak!" kata Trump dalam pernyataannya pada Jumat, dikutip dari laman Russia Today, Senin (15/8).
Sebelumnya pada Jumat, Trump menyampaikan "isu senjata nuklir" itu "hoaks, seperti Rusia, Rusia, Rusia adalah sebuah hoaks, dua pemakzulan itu hoaks, penyelidikan Mueller itu hoaks, dan masih banyak lagi."
Trump menyatakan FBI bisa jadi telah menempatkan mata-mata, mengklaim pengacaranya tidak diizinkan "mendekat" kepada tim FBI saat penggeledahan.
Dari rumah mewah Trump di Palm Beach, Florida, tim FBI mengangkut 10 kardus berisi dokumen. Sumber yang mengetahui penggerebekan tersebut mengungkap kepada The Washington Post, dokumen yang disita termasuk dokumen rahasia soal senjata nuklir. Namun sumber ini tidak menyebutkan secara spesifik apakah itu soal senjata nuklir Amerika atau negara lain.
Menanggapi tudingan Trump tersebut, Badan Arsip dan Catatan Nasional menyampaikan pihaknya telah memindahkan 30 juta halaman "catatan tidak rahasia" ke fasilitas yang dikelola oleh badan tersebut di wilayah Chicago sambil menjaga dokumen rahasia mantan presiden di wilayah Washington DC. Dokumen-dokumen yang tidak dirahasiakan itu pada akhirnya akan disimpan di perpustakaan kepresidenan di Chicago.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya