Donald Trump kecam penangkapan para pendemo di Iran
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin mengecam penangkapan sejumlah pendemo di Iran. Dia mengatakan kepada Teheran bahwa 'dunia sedang menyaksikan' apa yang terjadi di Iran setelah unjuk rasa menyerukan perbaikan ekonomi di Negeri Mullah itu sejak dua hari lalu.
Dalam unjuk rasa Kamis dilaporkan 52 orang ditangkap aparat di Kota Mashhad. Selepas demonstrasi itu unjuk rasa serupa juga merembet ke Teheran dan Kermanshah keesokan harinya.
"Banyak laporan soal unjuk rasa damai rakyat Iran yang sudah muak dengan rezim korup mereka dan kekayaan negara yang mendanai terorisme di luar negeri," ujar Trump dakam kicauannya di media sosial Twitter, seperti dilansir laman Channel News Asia, Sabtu (30/12).
"Pemerintah Iran harus menghormati hak rakyatnya, termasuk untuk kebebasan berekspresi. Dunia sedang menyaksikan! #IranProtests."
Presiden Donald Trump sudah berulang kali membidik Iran sebagai sasaran kritik dengan menudingnya sebagai rezim fanatik dan melanggar kesepakatan internasional soal program nuklir mereka.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS HEather Nauert juga menanggapi unjuk rasa di Iran.
"Amerika Serikat mengutuk keras penangkapan para pendemo dalam unjuk rasa damai. Kami mendesak semua negara untuk secara terbuka mendukung rakyat Iran dan tuntutan mereka untuk hak asasi dan berakhirnya korupsi," kata dia dalam pernyataan.
Wakil pertama Presiden Iran Eshaq Jahangiri menyebut kelompok oposisi garis keras berada di balik demonstrasi.
"Sejumlah insiden di dalam negeri belakangan ini adalah dalih dari masalah ekonomi tapi kelihatannya ada hal lain di balik ini semua," kata Jahangiri dalam komentarnya di stasiun televisi pemerintah, IRIB.
Menurut koran reformis, Etamad, Wakil Gubernur Provinsi Teheran Mohsen Hamedani mengatakan kurang dari 50 orang berkumpul di salah satu alun-alun kota dan beberapa lainnya ditangkap karena menolak bubar.
Demonstrasi di Kermanshah yang lebih besar massanya, sekitar ratusan, dilaporkan memprotes dana mereka yang lenyap setelah dititipkan ke lembaga keuangan yang tidak resmi.
Sementara demo di Mashhad sehari sebelumnya, 52 orang ditangkap karena berunjuk rasa soal naiknya harga-harga dan ekonomi negara yang kian memburuk di bawah kepemimpinan Presiden Hassan Rouhani.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya