Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dokter pesimis atas kelangsungan hidup Ariel Sharon

Dokter pesimis atas kelangsungan hidup Ariel Sharon Ariel Sharon. haaretz.com

Merdeka.com - Tim dokter yang mengobati mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon mengatakan mereka semakin pesimis bahwa Sharon akan bertahan dari kondisinya yang memburuk.

Sharon, 85 tahun, sudah dalam keadaan koma sejak 2006. Tetapi kondisinya mulai memburuk pada pekan lalu, dengan kerusakan di beberapa organ termasuk ginjal, seperti dilansir situs bbc.co.uk, Ahad (5/1).

Meski jantung dan tekanan darah Sharon telah distabilkan semalam, tetapi tetap hidupnya masih dalam bahaya.

"Perkiraan kami adalah bahwa dia belum keluar dari krisis ini," kata Profesor Zeev Rotsteindari Pusat Medis Sheba dekat Ibu Kota Tel Aviv."Saya tidak bisa mengatakan saya optimis pagi ini, dan saya mungkin lebih pesimis daripada sebelumnya."

Dia mengatakan dirinya percaya Sharon sudah berada di hari-hari terakhirnya.

"Dia nyaman saat ini. Untuk yang terbaik dari pemahaman kita adalah dia tidak menderita, sehingga kita tidak harus mengambil tindakan untuk mencegah dia menderita," ujar Rotstein.

Ariel Sharon menjadi perdana menteri pada 2001 dan menderita stroke ringan pada 2005. Dia kemudian mengalami koma setelah menderita stroke lebih besar pada 2006.

Berjuang dalam empat perang Israel sejak berdirinya negara itu pada 1948, Sharon dikagumi oleh banyak orang Israel sebagai seorang pemimpin militer yang besar, tetapi dia dicerca oleh bangsa Palestina.

Baik dalam perang 1967 dan 1973, Sharon memimpin divisi-divisi yang memainkan peran kunci dalam keberhasilan Negeri Zionis itu.

Sebagai perdana menteri, Sharon adalah seorang promotor yang tajam dari pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah-wilayah pendudukan Palestina.

Dia juga memprakarsai pembangunan kontroversial Tembok Pemisah di Tepi Barat setelah gelombang serangan maut dari militan Palestina yang mampu masuk ke dalam wilayah Israel.

Namun pada 2005, meskipun mendapat perlawanan sengit di Israel, Sharon memerintahkan secara sepihak penarikan pasukan Israel dan pemukiman dari Jalur Gaza. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP