Divonis kerja paksa di Korut, mahasiswa AS dibebaskan tetapi koma
Merdeka.com - Otto Warmbier (22), seorang mahasiswa asal Amerika Serikat yang ditahan di penjara oleh pemerintah Korea Utara selama 17 bulan kabarnya dibebaskan. Namun, sayangnya dia dipulangkan dalam keadaan koma.
Dilansir dari laman Reuters, Rabu (14/6), Otto berhasil dibebaskan setelah Kementerian Luar Negeri AS mengutus Joseph Yun buat membujuk pemerintah Korea Utara di Ibu Kota Pyongyang melepas pemuda itu dengan alasan kemanusiaan. Pertemuan itu dilakukan diam-diam.
"Warmbier mahasiswa dari Universitas Virginia berasal dari Cincinnati akan segera pulang ke," kata Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson.
Langkah memulangkan Warmbier pun berliku. Mulanya Yun mesti menemui pejabat senior Korea Utara di Oslo, Norwegia, Mei lalu. Di sana mereka sepakat kalau perwakilan pemerintah Swedia di Pyongyang yang juga dikuasakan menangani urusan konsuler AS dibolehkan menjenguk empat warga AS ditahan.
Pemerintah Korea Utara lantas membalas dengan meminta bertemu di New York. Yun dan Duta Besar Korea Utara buat Perserikatan Bangsa-Bangsa lantas berjumpa pada 6 Juni lalu, memberi tahu kondisi Warmbier. Yun kemudian menyampaikannya ke Tillerson. Tillerson lantas mengabarkannya kepada Presiden Donald Trump dan mereka langsung mengatur perjalanan Yun ke Pyongyang ditemani tim medis. Yun tiba di Pyongyang pada Senin lalu dan langsung meminta Warmbier segera dipulangkan dan disetujui.
Orang tua Warmbier, Fred dan Cindy, membenarkan anak mereka akan dipulangkan. Namun sang buah hati terpaksa diangkut menggunakan pesawat medis karena kondisinya. Dia bakal dirawat di Rumah Sakit Universitas Cincinnati.
"Menyedihkan sekali dia kini koma, dan kami diberi tahu dia mengalami itu sejak Maret tahun lalu," kata orang tuan Warmbier.
Warmbier ditahan sejak Januari 2016 karena dituduh hendak mencuri benda-benda propaganda Korea Utara. Pada Maret dia divonis 15 tahun kerja paksa.
Menurut orang tua, mereka diberi tahu oleh utusan AS yang menemui sang anak menyatakan kalau Warmbier mulanya demam karena keracunan makanan usai sidang Maret tahun lalu. Dia lantas tak sadarkan diri hingga kini setelah menenggak obat tidur. Malah kabarnya Warmbier kerap dianiaya di penjara.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert, mengaku belum bisa bicara banyak soal Warmbier. Termasuk apakah pemerintahan Trump bakal membuka jalur diplomatik dengan Korea Utara. Namun, setelah kabar Warmbier dibebaskan, AS menuding Korea Utara ada di balik sejumlah serangan siber sejak 2009.
Warmbier dibebaskan tak lama setelah mantan pebasket AS, Dennis Rodman, tiba di Korea Utara kemarin. Namun, hal itu dibantah pemerintah AS.
"Kementerian Luar Negeri terus berusaha memulangkan tiga warga AS lainnya yang ditahan di Korea Utara," kata Tillerson.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya