Disneyland Shanghai Tutup karena Lonjakan Kasus Covid-19
Merdeka.com - Disneyland di Shanghai ditutup sejak Senin setelah kota paling padat di China itu menghadapi lonjakan kasus Covid terbesar dalam dua tahun ini.
Shanghai, dengan populasi 24 juta jiwa, menghindari lockdown tapi meminta masyarakat tetap tinggal di rumah. Layanan transportasi bus menuju kota itu dihentikan dan pendatang harus menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.
Dikutip dari Al Arabiya, Selasa (22/3), Disney Co. menyampaikan Disneyland Shanghai, Disneytown, dan Wishing Star Park ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Pada Senin, Shanghai melaporkan 24 kasus baru. Kota itu sebelumnya menutup akses ke dua kawasan permukiman dan melakukan tes massal.
Warga Shanghai mengunggah foto di media sosial menunjukkan jalanan dan kereta bawah tanah yang lengang yang biasanya sangat ramai pada Senin pagi.
Sementara itu, kota Changchun dan Jilin di timur laut China mulai melakukan tes massal Covid di seluruh kota setelah adanya lonjakan infeksi. Jilin memperketat pembatasan anti Covid-nya, memerintahkan 2 juta penduduknya tetap tinggal di rumah.
Angka kasus Covid China dalam gelombang infeksi terbaru rendah jika dibandingkan dengan negara besar lainnya, tapi pemerintah memberlakukan strategi "nol toleransi" yang menutup akses ke berbagai kota-kota besar.
Pemerintah China melaporkan 2.027 kasus baru di China daratan pada Minggu, naik dari 1.737 kasus pada hari sebelumnya. Data itu termasuk 1.542 infeksi di Provinsi Jilin, di mana Changchun dan Jilin berada.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya