Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Direktur WHO Soroti Perlakuan Rasis Dunia dalam Perang Ukraina

Direktur WHO Soroti Perlakuan Rasis Dunia dalam Perang Ukraina Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. ©2020 REUTERS/Denis Balibouse

Merdeka.com - Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Ghebreyesus mengatakan dunia tidak memberikan perhatian yang sama terhadap situasi darurat kemanusiaan yang dialami orang kulit hitam dibanding kepada orang kulit putih.

Membantu Ukraina itu sangat penting karena itu berdampak ke seluruh dunia, kata dia.

"Tapi di Provinsi Tigray Ethiopia, Yaman, Afghanistan atau Suriah, mereka tidak mendapatkan perhatian yang sama," kata Ghebreyesus, seperti dilansir laman BBC, Kamis (14/4).

"Saya tidak tahu apakah dunia memberikan perhatian yang setara kepada orang kulit hitam dan putih," kata dia dalam jumpa pers.

"Saya harus tegas dan jujur, dunia tidak memperlakukan ras manusia dengan cara yang sama. Sebagian lebih setara dibanding yang lain. Dan ketika saya mengatakan ini, ini menyakitkan bagi saya. Karena saya melihatnya. Sulit untuk menerimanya, tapi ini terjadi," kata dia.

Tedros yang berasal dari Tigray mengatakan PBB menghitung butuh 100 truk bantuan kemanusiaan per hari untuk wilayah Tigray.

Perang di Tigray antara pasukan TPLF dengan pemerintah meletus pada November 2020 setelah berbulan-bulan terjadi ketegangan.

Konflik itu membuat ribuan orang terbunuh, termasuk warga sipil, dan jutaan lainnya membutuhkan bantuan kemanusiaan.

PBB menyebut situasi di Yaman adalah krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Di Afghanistan, PBB mengatakan 24 juta orang butuh bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Suriah mengalami perang saudara selama 11 tahun. Sekitar 500.000 tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP