Diplomatnya Diusir, AS Tak Akui Pemerintahan Nicolas Maduro
Merdeka.com - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengusir para diplomat Amerika Serikat (AS) dari negaranya, setelah AS mendukung pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara di tengah eskalasi unjuk rasa di negara Amerika Latin tersebut. Maduro telah memberikan batas waktu sampai 72 jam bagi para diplomat AS untuk segera angkat kaki.
AS menanggapi pemutusan hubungan diplomatik ini. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan Maduro tak lagi punya kewenangan secara hukum untuk memutuskan hubungan diplomatik. Bahkan dalam pernyatannya, Pompeo menyebut Maduro sebagai 'mantan presiden'.
"AS tak mengakui rezim Maduro dalam pemerintahan Venezuela. Karenanya Amerika Serikat tidak menganggap mantan presiden Nicolas Maduro memiliki wewenang hukum untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat atau menyatakan diplomat kami persona non grata," jelasnya pada Rabu (23/1) waktu setempat, dilansir dari Sputnik News, Kamis (24/1).
Pompeo juga menyerukan agar militer Venezuela melindungi warga AS yang berada di negara tersebut. Dia pun mengancam AS akan mengambil tindakan tegas kepada pihak-pihak yang membahayakan warga AS.
Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara pada Rabu (23/1) di tengah kampanye terbuka di Caracas. Maduro pun menyenut Guaido sebagai 'boneka AS'. Menteri Luar Negeri Venezuela mengecam Juan Guadio dan menyebutnya sebagai 'badut rendahan' yang bekerja untuk 'tuan sirkus imperialis'.
Maduro mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan AS di hadapan kerumunan para pendukungnya yang bersorak, dari balkon istana presiden Miraflores di Caracas, tak lama setelah AS, dan kemudian beberapa negara Amerika Latin, mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya