Didukung Trump, Pemimpin Opisisi Venezuela Deklarasi sebagai Presiden Sementara
Merdeka.com - Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, mendeklarasikan diri sebagai presiden di tengah eskalasi dramatis untuk melengserkan Nicolas Maduro. Guaido menilai negaranya mengalami kemunduran menuju otoritarianisme dan kehancuran ekonomi.
Guaido yang merupakan Presiden Majelis Nasional mengumumkan ini pada Rabu (23/1) waktu setempat. Demikian dikutip dari The Guardian, Kamis (24/1).
Awal pekan ini, Majelis Nasional Venezuela mengadopsi sebuah pernyataan yang menyatakan Maduro merebut kekuasaan dan semua keputusan yang dibuat olehnya dan badan eksekutif batal. Maduro meminta Majelis Nasional bertanggung jawab karena mencemooh konstitusi negara.
Guaido mengklaim empat dari 23 negara bagian Venezuela bergabung bersamanya mendukung pemerintah. "Barinas, Aragua, Bolivar dan Nueva Esparta hari ini telah bangkit dengan satu suara, bangkit dan mendukung Majelis Nasional mereka yang sah", tulisnya di Twitter, sebagaimana dilansir dari Sputnik News, Kamis (24/1).
Presiden AS, Donald Trump menyatakan dukungannya terhadap Juan Guaido. Dia mengatakan Washington mengakui Guaido sebagai pemimpin sah negara di Amerika Selatan tersebut.
"Kami tetap menganggap rezim Maduro yang tidak sah secara langsung bertanggung jawab atas segala ancaman yang mungkin ditimbulkannya untuk keselamatan rakyat Venezuela," kata dia.
Terkait apakah AS akan mengirim pasukan militer ke negara itu, pihaknya belum mempertimbangkan. Hanya saja, AS tetap memiliki beberapa opsi untuk Venezuela.
"Kami tidak mempertimbangkan apa pun, tetapi semua opsi ada di atas meja," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meminta Nicolas Maduro mundur dan berjanji mendukung pemerintah transisi.
"Rakyat Venezuela telah menderita cukup lama di bawah kediktatoran Nicolas Maduro yang kejam," kata Pompeo. "Kami menyerukan Maduro untuk mundur demi pemimpin yang sah yang mencerminkan kehendak rakyat Venezuela," lanjutnya.
Pimpinan organisasi di berbagai negara di benua Amerika, yang mencakup 35 negara di Amerika Utara dan Selatan, juga mengakui Guaido sebagai Presiden Venezuela. Pada saat yang sama, Reuters melaporkan Kanada akan segera bergabung dengan AS dan mengakui Guaido sebagai presiden.
Beberapa jam kemudian, Presiden Kolombia, Ivan Duque Marquez juga mengatakan pihaknya mengakui Guaido sebagai kepala sah Venezuela, sementara Presiden Paraguay, Mario Abdo Bonitez mengatakan pihaknya mengakui oposisi Venezuela sebagai presiden sementara negara itu. Pemerintah Brazil kemudian mengakui Guadio sebagai penjabat presiden Venezuela.
Kabar ini muncul di tengah-tengah protes terhadap Maduro, yang pecah di seluruh Venezuela Selasa malam, dengan sedikitnya empat orang tewas dan lusinan terluka selama demonstrasi. Kemudian pada Selasa, Wakil Presiden Mike Pence menyampaikan melalui pesan video bahwa pemerintah AS mendukung seruan Guaido untuk pembentukan pemerintahan transisi.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya