Diduga otaki bom Damaskus, kepala intelijen Arab Saudi dibunuh
Merdeka.com - Kepala intelijen Arab Saudi Pangeran Bandar bin Sultan bin Abdulaziz Al Saud dilaporkan tewas dibunuh. Dia dianggap terlibat dalam peristiwa pengeboman di Gedung Pertahanan Suriah di Ibu Kota Dasmaskus pada 18 Juli. Akibat insiden itu, Menteri Pertahanan Daud Rajiha dan ipar Presiden Basyar al-Assad, Assif Syaukat, tewas di tempat, sementara lainnya luka berat.
Surat kabar Tehran Times melaporkan, Selasa (31/7), kematian lelaki berumur 63 tahun ini pertama kali dilaporkan situs www.voltairenet.org berbasis di Ibu Kota Paris, Prancis, dengan mengutip beberapa sumber tidak resmi. Sampai berita ini dilansir, belum ada konfirmasi maupun sanggahan dari pejabat Kerajaan Arab Saudi maupun pemerintah Suriah.
Sebelum menjabat kepala intelijen, Pangeran Bandar bin Sultan pernah menjadi duta besar Kerajaan Arab Saudi untuk Amerika Serikat sejak 1983 sampai 2005. Setelah itu dia diangkat sebagai sekretaris jenderal dewan keamanan nasional.
Di awal Ramadan, Raja Abdullah mengangkat Pangeran Bandar bin Sultan sebagai direktur jenderal badan intelijen Kerajaan Arab Saudi. Banyak pihak berpendapat pengangkatan itu sebagai hadiah atas kesuksesan dia mengorganisir berbagai serangan di Damaskus.
Hubungan Arab Saudi dan Suriah dalam beberapa bulan terakhir tidak akur. Damaskus menuduh Riyadh mendukung pejuang oposisi dengan memberikan pasokan senjata, uang, dan bantuan militer lainnya.
Sejak konflik bersenjata meletup Maret tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 17 ribu orang tewas dan lebih dari sejuta lainnya mengungsi. Tentara pemerintah Suriah kini sedang menggempur Kota Aleppo diyakini basis pejuang oposisi. Mereka membawa berbagai senjata berat dibantu kekuatan udara. Akibatnya gelombang pengungsi warga sipil mulai membanjiri Turki. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya