Di tengah korban bom Manchester, gelandangan ini jadi pahlawan
Merdeka.com - Insiden ledakan bom di Manchester Arena, Inggris, pada Senin (22/5) malam memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Salah satu reaksi menyentuh hati adalah saat masyarakat setempat melakukan aksi solidaritas bagi para korban ledakan.
Seorang gelandangan bernama Chris Parker merupakan salah satu pahlawan yang dengan berani melakukan pertolongan terhadap korban usai ledakan.
Parker sempat tersungkur ke tanah ketika diguncang bom, namun bukannya berlari untuk mencari bantuan, dia justru bangkit dan berlari menuju para korban terluka. Korban pertama ditujunya adalah seorang gadis kecil yang kehilangan kakinya.

chris parker ©BBC
"Saya membungkus kaki anak itu dengan salah satu kaos dagangan saya. Lalu saya bertanya di mana ayah atau ibunya, anak itu menjawab kalau ayahnya sedang bekerja dan ibunya ada di atas sana. Sepertinya ibunya tewas terkena ledakan," kata Parker, seperti dilansir dari laman metro.co,uk, Rabu (24/5).
Korban kedua yang dia datangi adalah seorang wanita berusia 60 tahunan. Wanita itu menderita luka sangat fatal di kepala dan kakinya akibat terkena bom
"Dia meninggal di pelukanku," ujarnya sambil tersedak air matanya.
"Dia bilang dia datang bersama keluarganya. Saya tidak bisa berhenti menangis mengingatnya. Terlebih saya melihat sendiri secara langsung ada banyak orang terbaring di mana-mana dengan luka," sambungnya.
Tindakan penyelamatan dilakukan Parker menjadi viral. Hal itu mengantarkan dia untuk bisa bertemu dengan ibu kandungnya, Jessica Parker.
Rupanya, sebelum menjadi gelandangan, Parker memiliki keluarga yang hingga saat ini masih hidup. Tidak jelas apa penyebab Parker bisa berakhir di jalanan, namun sang ibu menulis pesan di media sosial untuk meminta putranya pulang.
"Ini adalah anak saya yang sudah lama tidak pulang ke rumah. Saya tidak tahu kini dia menjadi gelandangan tapi tindakannya tadi malam benar-benar berani. Tolong hubungi ibu, Parker," tulis Jessica.

ledakan di konser ariana grande ©Independent
Selain Parker, sosok lain yang dijuluki pahlawan adalah Paula Robinson. Saat kejadian berlangsung, Robinson berada di luar stasiun Victoria. Setelah terjadi ledakan, dia melihat banyak korban berjatuhan di jalanan dan orang-orang kebingungan mencari bantuan.
Robinson kemudian mengumpulkan sekitar 50 remaja yang terpisah dari keluarga dan tak bisa pulang ke Hotel Holiday Inn agar mudah dijangkau.
"Para orangtua, kami telah membawa anak-anak Anda ke Holiday Inn. Bagi yang merasa kehilangan anak-anak dan tidak bisa menghubungi mereka, hubungi saya saja di nomor 07896711298," tulis Robinson di akun media sosial Facebook.
Tindakannya mengundang pujian dari para netizen. Mereka menganggap Robinson berhasil membuat orang-orang percaya bahwa rasa kemanusiaan belum sepenuhnya mati.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya