Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di KTT Perubahan Iklim, Indonesia janji turunkan emisi hingga 29%

Di KTT Perubahan Iklim, Indonesia janji turunkan emisi hingga 29% Presiden Jokowi sebelum berangkat ke KTT Perubahan Iklim di Paris. ©2015 merdeka.com/raynaldo ghifari

Merdeka.com - Presiden Indonesia Joko Widodo telah tiba di Paris tadi malam waktu setempat, dalam rangka menghadiri konferensi perubahan iklim (COP 21) yang digelar PBB. Pada kesempatan itu, Jokowi menyampaikan komitmen Indonesia menghadapi perubahan iklim.

Dalam forum bersama pemimpin dunia lainnya, Indonesia mengumumkan target menurunkan emisi hingga 29 persen 15 tahun mendatang.

"Presiden menyampaikan komitmen untuk menurunkan emisi, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya 29 persen pada 2030. Ini langkah maju bagi negara berkembang," ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat ditemui di Gedung Nusantara, Kemlu, Jakarta, Senin (30/11).

Tata, sapaan akrabnya, menyebutkan Presiden juga akan menyampaikan apa yang sudah dilakukan Indonesia pada bidang energi. Salah satunya dengan mengalihkan subsidi pada hal yang lebih produktif dan memanfaatkan energi terbarukan.

"Bapak Presiden juga menyampaikan apa yang sudah dilakukan Indonesia pada bidang energi seperti mengalihkan subsidi agar lebih produktif dan upaya memanfaatkan energi terbarukan. Itu ada target hingga 25 persen sumber energi kita pada tahun 2025," lanjut dia.‎

KTT Perubahan Iklim di Paris tahun ini kembali mengingatkan publik pada janji para pemimpin dunia untuk memenuhi Protokol Kyoto yang diteken 1997. Kala itu, 55 negara sepakat menurunkan emisi gas buang hingga 8 persen di bawah tingkat 1990. Hingga tiga tahun lalu, target ini tidak pernah tercapai. Emisi yang menaikkan suhu bumi terutama dipicu oleh industri merusak lingkungan, termasuk penggunaan batu bara.

Dalam forum di Paris, Presiden sekaligus berencana menyampaikan langkah-langkah yang akan dan sudah diambil Indonesia dalam mengatasi kebakaran lahan gambut. Isu kebakaran lahan membuat komitmen Indonesia menurunkan emisi karbon dipertanyakan olehWorld Resources Institute (WRI).

Pada puncak kebakaran hutan September lalu, emisi karbon Indonesia melampaui polusi seluruh perekonomian AS dalam 26 hari saja. Indonesia selama satu dasawarsa ini konsisten masuk 10 besar negara di dunia yang menyumbang emisi karbon tertinggi. Khususnya dari pembakaran lahan gambut.

Selain membahas isu lingkungan, di sela-sela COP 21 Jokowi akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Belanda, Serbia, dan Peru. Dengan ketiga negara tersebut, Presiden RI diagendakan membahas kerja sama perdagangan.

"Dengan Belanda, kita bisa kerja sama dalam perubahan iklim. Kita akan ambil pengalaman Belanda. Serta di bidang perdaganga, kita akan memperjuangkan masalah minyak di pasar Eropa yang akan dimasukkan dari Belanda. Dengan Serbia kita akan kerja sama dengan membuka peluang perdagangan ekonomi. Begitu pula dengan Peru," urai Tata.

Tak hanya Presiden yang akan menggelar pertemuan bilateral. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi juga melakukan bilateral dengan Prancis, dan akan melakukan pertemuan dengan menlu Brasil.

Perhelatan Konferensi Perubahan Iklim Dunia ke-21 di Paris ini disebut menghadirkan sekitar 140 kepala negara di dunia. Forum ini akan dilaksanakan sejak 30 November hingga 1 Desember.‎

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP