Di KAA, Presiden Iran desak Saudi berhenti serang Yaman
Merdeka.com - Momen Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika dipakai Presiden Iran Hassan Rouhani untuk menyebarkan pesan pada Arab Saudi. Pemimpin negara mayoritas Syiah ini mendesak serangan Liga Arab kepada kaum pemberontak di Yaman, dihentikan.
Dalam pidatonya di sesi pleno KTT, Rouhani memang tidak menyebut Arab Saudi. Namun intervensi militer buat menyelesaikan konflik di sebuah negara, menurutnya, sulit membuahkan hasil positif.
"Intervensi militer hanya akan menciptakan kehancuran, contohnya di Yaman dan Suriah. Sejarah membuktikan bahwa ini bukan langkah yang tepat," ujarnya di Balai Sidang Jakarta, Rabu (22/4).
Selain menyerukan penghentian kekerasan, Rouhani menyatakan negaranya siap menjadi mediator kekerasan di Yaman selama setahun terakhir. Tapi, hal itu hanya bisa dilakukan jika Saudi bersedia meninggalkan jalan kekerasan.
"Iran siap bekerja sama dengan negara tetangga, termasuk negara-negara Arab, demi perdamaian kawasan," tuturnya.
Iran diyakini banyak pengamat, turut bermain dalam konflik Yaman sejak awal tahun. Negeri Para Mullah ini disebut memasok senjata kepada pemberontak Houthi yang berasal dari sekte Syiah Yaman.
Adapun Presiden Abdurabuh Mansyur Hadi yang digulingkan, beraliran Sunni. Ketika dia kabur ke Saudi, Presiden Hadi meminta Liga Arab merebut kembali ibu kota dari kekuasaan pemberontak. Sejak sebulan terakhir, kekerasan pecah. Total korban jiwa mencapai 405 warga sipil, termasuk 86 anak-anak.
Belakangan Saudi mengumumkan serangan jet yang massif selama tiga pekan akan dihentikan mulai 22 April. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya