Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di Belanda hakim perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki

Di Belanda hakim perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki Ilustrasi hukum. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Mariusz Szczygiel

Merdeka.com - Ketua MA Belanda, Maarten Feteris, menegaskan negaranya terus memberlakukan kesetaraan gender dalam penerapan hukum. Hal itu disampaikan Feteris ketika mengadakan diskusi dalam acara Judicial Sector Support Programme (JSSP).

"Di Belanda kesetaraan perempuan dan laki-laki sudah sejak dulu diterima secara umum. Dalam pasal pertama UUD kami, dikatakan bahwa semua orang setara di hadapan hukum dan tidak ada perbedaan gender," kata Feteris, Selasa (24/5) di Erasmus Huis, Jakarta.

Feteris mengatakan, hal ini sudah diterapkan dalam semua hukum, UU hingga ke hukum dalam Uni Eropa. Negeri Kincir Angin menerapkan tidak boleh adanya diskriminasi penerapan hukum berdasarkan gender.

"Memang sempat ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam sektor keamanan namun berdasarkan hukum internasional, namun hal itu dilarang. Karena itulah kami ikuti prinsip kesetaraan tersebut, sehingga dengan demikian perempuan bisa mendapatkan jaminan sosial dan lainnya yang sama dengan laki-laki," kata dia.

Menurut Feteris, kesetaraan gender di Belanda juga tercermin dari komposisi hakim. Dia menjelaskan, lebih banyak hakim perempuan dibanding laki-laki dalam pengadilan tingkat bawah.

"Dua pertiga hakim di Den Haag adalah perempuan, makanya nanti mereka mau merekrut laki-laki," ucap dia.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP