Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di balik kunjungan mengejutkan Kim Jong-un ke Beijing

Di balik kunjungan mengejutkan Kim Jong-un ke Beijing Kereta delegasi Korea Utara di Beijing. ©REUTERS/Jason Lee

Merdeka.com - Laman Bloomberg dua hari lalu melaporkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi Beijing, China. Bloomberg mengutip tiga sumber yang tidak merinci apa tujuan dan ke mana saja lawatan Kim itu di Negeri Tirai Bambu.

Media Jepang Senin kemarin mengatakan seorang pejabat tinggi Pyongyang dilaporkan tiba di Beijing dengan kereta.

Kantor berita Kyodo mengutip sumber, mengatakan kunjungan orang penting Korut itu bertujuan mempererat hubungan antara Beijing dan Pyongyang di tengah isu penggunaan senjata nuklir dan China yang mendukung sanksi PBB terhadap Korut.

Sebuah kereta berlapis besi terlihat di stasiun Beijing Senin lalu dikawal aparat keamanan.

Dilansir dari laman Arab News, Selasa (27/3), cuplikan dari stasiun televisi Jepang Nippon TV memperlihatkan sebuah kereta berwarna hijau dengan garis kuning melintang berada di stasiun Beijing, mirip dengan kereta ditumpangi mendiang ayah Kim, Kim Jong-il, ketika mengunjungi ibu kota China itu pada 2011. Pemandangan ini mengundang spekulasi bahwa Kim memang berada di Beijing.

Beijing selama ini menjadi sekutu terdekat Pyongyang. Tapi Kim kini dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan rival China, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

kereta delegasi korea utara di beijing

Kereta delegasi Korea Utara di Beijing ©REUTERS/Jason Lee

Pengamat menilai hampir tidak mungkin Kim bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa lebih dulu menemui Presiden China Xi Jinping. Kim belum pernah bertemu dengan seorang pemimpin negara lain sejak berkuasa pada 2011. Namun China selalu menjadi sekutu Korut dalam sektor perdagangan dan ekonomi serta militer.

Kunjungan pemimpin Korut itu ke Beijing memang masih diliputi misteri, termasuk pihak mana yang lebih dulu mengajukan pertemuan dan apa yang dibahas. Baik China maupun Korut belum memberi konfirmasi soal kunjungan ini tapi seorang pejabat mengatakan kepada stasiun televisi CNN ada kemungkinan kuat Kim memang berada di Beijing.

Kim Jong-un dijadwalkan bertemu Presiden Korsel Moon Jae-in bulan depan dan ada kemungkinan bakal bertatap muka dengan Donald Trump pada Mei mendatang.

Sejak Korut dan Korsel membuka kembali hubungan diplomatik bulan lalu, Pyongyang ingin krisis di Semenanjung Korea segera berakhir. Tetapi manuver Korut ini membuat China seolah terabaikan.

China dan Korut sudah menjadi sekutu sejak Perang Korea ketika Mao Zedong mengerahkan tentara China buat mendukung kakek Kim, Kim Il-sung, dan hingga kini masih menjalin kerja sama militer.

Pakar Korea Utara dari Pusat Carnegie Tsinghua untuk Kebijakan Global di Beijing, Tong Zhao, menuturkan Pyongyang ingin 'semacam ada jaminan atas rencana pertemuan dengan Presiden Trump.'

"Mereka tahu pertemuan ini sangat penting dan berisiko. Jika pertemuan gagal maka AS bisa mengumumkan proses diplomatik berakhir dan bisa melancarkan serangan militer," kata Zhao.

"Hubungan yang stabil dan positif dengan China bisa mencegah AS melancarkan serangan militer."

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP