Desa Abu Dis diusulkan jadi ibu kota Palestina
Merdeka.com - Mantan Pemimpin Hamas di Gaza, Ismail Haniyeh, mengatakan dalam sebuah pertemuan di Jalur Gaza, Selasa (26/12), Hamas menerima informasi mengenai rencana Amerika Serikat yang menawarkan kepada seorang pemimpin Palestina, agar Abu Dis menjadi ibu kota Palestina. Abu Dis merupakan sebuah desa Palestina di dekat Yerusalem Timur.
Dalam sebuah pernyataan kepada media lokal, Haniyeh mengatakan pemerintah AS mengusulkan kepada Otoritas Palestina (PA) bahwa Abu Dis menjadi ibukota Palestina di masa depan, yang terhubung dengan kompleks Al-Aqsa dengan sebuah jembatan.
Rencana tersebut sekaligus mengusulkan untuk membagi Tepi Barat menjadi tiga bagian dan menciptakan daerah otonom di Jalur Gaza.
Abu Dis, sebuah desa kecil yang menghadap ke Kota Tua Yerusalem ke barat daya dan Lembah Yordan di sebelah timur, dinamai oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman sebagai negara Palestina masa depan, seperti yang dilaporkan di New York Times pada tanggal 3 Desember.
"Rencana tersebut juga melibatkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Abu Dis dengan kompleks Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem Timur) dengan tujuan mengarahkan akses warga Palestina ke Masjid tersebut," kata Haniyeh dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin suku Palestina, dilansir dari Middle East Eye.
"Ada juga pembicaraan untuk membagi kompleks Masjid Al-Aqsa menjadi tiga bagian yang terpisah dan menciptakan entitas politik di Jalur Gaza yang memiliki hak istimewa tertentu.
"Keputusan AS baru-baru ini tentang Yerusalem adalah bagian dari upaya yang dilakukan secara terus-menerus untuk menghentikan masalah Palestina dalam konteks kesepakatan 'abad ini'." kata Haniyeh tentang keputusan Trump.
"Langkah tersebut memiliki maksud untuk rekonfigurasi seluruh wilayah dan negara (Arab dan Muslim), yang akan merugikan Yordania dan hak-hak Palestina," tambah Haniyeh.
Abu Dis dianggap sebagai ibu kota potensial bagi pemerintah Palestina karena dua alasan.
Yang pertama adalah letak geografis. Abu Dis adalah titik terdekat dengan Kota Tua, yang menampung beberapa situs tersuci Islam termasuk masjid al-Aqsa, yang dikelola dan dikendalikan oleh Wakaf Islam Yerusalem, sebuah kepercayaan keagamaan.
Untuk alasan ini, rencananya sebagai lokasi Dewan Legislatif Palestina, di mana Otoritas Palestina mulai dibangun di Abu Dis pada tahun 1995. Didirikan setelah Persetujuan Oslo, dewan tersebut dibuat untuk merancang undang-undang dan peraturan Palestina serta mengatur Lembaga Otoritas Palestina (PA).
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya