Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Denmark Hentikan Suntikan Vaksin AstraZeneca Setelah Temuan Kasus Penggumpalan Darah

Denmark Hentikan Suntikan Vaksin AstraZeneca Setelah Temuan Kasus Penggumpalan Darah Ilustrasi Vaksin AstraZeneca/Oxford. ©Reuters

Merdeka.com - Denmark menghentikan sementara suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca setelah laporan sejumlah kasus penggumpalan darah di Austria, termasuk satu kasus yang ditemukan di Denmark. Demikian disampaikan otoritas Denmark pada Kamis.

Mereka tak menyebutkan berapa banyak laporan penggumpalan darah di sana, tapi Austria telah menghentikan penggunaan suntikan vaksin AstraZeneca sembari menyelidiki satu kasus kematian akibat gangguan koagulasi dan penyakit dari emboli paru.

Mereka mengatakan enam negara Eropa lainnya telah menghentikan penggunaan vaksin tersebut.

“Kami dan Badan Pengawasan Obat Denmark harus menanggapi laporan kemungkinan efek samping yang parah, baik dari Denmark dan negara Eropa lainnya,” jelas Direktur Departemen Kesehatan Denmark, Soren Brostrom, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Arabiya, Jumat (12/3).

Penggunaan vaksin AstraZeneca dihentikan selama 14 hari. Namun Brostrom tak menyebutkan rincian pasien Denmar yang mengalami penggumpalan darah.

AstraZeneca menyampaikan suntikan vaksinnya patuh pada kontrol kualitas yang ketat dan teliti.

“Tidak ada kejadian merugikan yang serius yang dikonfirmasi terkait dengan vaksin,” jelasnya.

Perusahaan ini juga mengatakan telah melakukan kontak dengan otoritas Austria dan akan mendukung penuh penyelidikan mereka.

Badan Pengawasan Obat Eropa (EMA) menyampaikan pada Rabu, sejauh ini tidak ada bukti kaitan AstraZeneca dengan dua kasus di Austria.

Disebutkan jumlah kejadian tromboemboli - ditandai dengan pembentukan gumpalan darah - pada orang yang telah menerima vaksin AstraZeneca tidak lebih tinggi dari yang terlihat pada populasi umum, dengan 22 kasus kejadian seperti itu dilaporkan di antara 3 juta orang yang menerima vaksin per 9 Maret.

Badan Pengawasan Obat Denmark mengatakan telah meluncurkan penyelidikan terhadap vaksin tersebut bersama dengan badan terkait di negara-negara Uni Eropa lainnya serta EMA.

“Penting untuk ditekankan bahwa kami belum memilih untuk tidak menggunakan vaksin AstraZeneca, tetapi kami akan menahannya,” kata Brostrom.

Badan itu mengatakan telah menunda batas akhir kapan warga Denmark ditargetkan mendapatkan vaksinasi penuh. Penundaan dilakukan empat minggu sampai 15 Agustus sebagai akibat dari penangguhan vaksin.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP