Demo harga jual pangan, 5 petani India ditembak mati polisi
Merdeka.com - Polisi menembak mati lima petani yang melakukan demonstrasi di Negara Bagian Madhya Pradesh, India, Selasa (6/6) lalu. Kabar tersebut turut dibenarkan oleh Menteri Negara Bagian Bhupendra Singh.
Semula, diduga para petani itu tewas karena terlibat bentrok dengan komunitas anti-sosial. Namun setelah dilakukan penyelidikan dapat disimpulkan bawah demonstran tewas karena ditembaki polisi.
"Awalnya, rincian yang diberikan kepada saya adalah bahwa penembakan oleh polisi tidak menyebabkan tewasnya para petani itu. Namun, sekarang saya mengubah pernyataan sebelumnya begitu menerima informasi yang benar," katanya, seperti dilansir dari laman BBC, Kamis (8/6).
Aksi demonstrasi awalnya berlangsung normal. Tetapi, ketika malam tiba, para petani itu menolak saat diminta untuk menyudahi aksi unjuk rasa mereka. Para petani itu menolak karena merasa aspirasi yang mereka sampaikan belum diterima dengan baik.
Diketahui, para petani melakukan demonstrasi untuk menuntut keringanan pinjaman serta penyesuaian harga dari hasil pangan yang mereka jual.
Setelah terjadi insiden, akhirnya Kepala Menteri Shivraj Singh Chouhan mengatakan bahwa pemerintah akan menghapus pinjaman petani yang tak mampu membayar. Selain itu, Chouhan juga berjanji akan membentuk sebuah komisi guna menentukan harga minimum adil bagi petani ketika menjual bahan pangan mereka. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya