Demo antipemerintah, remaja Saudi bakal dihukum salib
Merdeka.com - Para pegiat pembela hak asasi kini tengah menyerukan kepada negara Uni Eropa untuk mencegah eksekusi pemerintah Arab Saudi terhadap remaja bernama Ali Muhammad al-Nimr.
Ali sudah ditahan sejak ditangkap pada Hari Kasih Sayang 2012 lalu. Saat itu dia berusia 17 tahun. Pemerintah Saudi ketika itu memburu para pendemo antipemerintah di Provinsi Qatif yang banyak dihuni kaum Syiah.
Pemerintah menuduh dia ikut acara unjuk rasa ilegal dan membawa senjata api. Meski tidak ada bukti dia membawa senjata api ketika berdemo, seperti dilansir situs Express.co.uk, Jumat (18/9).
Keluarga Ali menolak semua tuduhan dan upaya banding mereka yang terakhir ternyata ditolak tanpa sepengetahuan mereka. Pada 27 Mei tahun lalu Ali divonis akan dijatuhi hukuman penyaliban.
Pengacara Ali kini khawatir kliennya akan dieksekusi dalam beberapa hari mendatang.
Kasus ini diduga kuat berkaitan dengan paman Ali, Sheikh Nimr al-Nimr, yang dikenal vokal dalam mengkritik pemerintah. Dia juga adalah ulama terkenal di Saudi.
Sang paman yang berusia 53 tahun juga sudah divonis hukuman penyaliban atas tuduhan menghina raja dan menyampaikan khutbah yang mengganggu keamanan nasional.
Organisasi pembela hak asasi Reprieve, mendesak Uni Eropa untuk mengambil tindakan atas hukuman Ali.
"Tak seorang pun harus mengalami apa yang dialami Ali--penyiksaan, dipaksa mengaku, dan pengadilan yang tidak adil sehingga dia divonis penyaliban," kata Maya Foa, direktur Reprieve. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya