Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demi solidaritas, Presiden Austria minta wanita non-muslim berjilbab

Demi solidaritas, Presiden Austria minta wanita non-muslim berjilbab Pengguna hijab di Jerman. ©2017 AFP

Merdeka.com - Presiden Austria Alexander Van der Bellen membuat pernyataan cukup mengejutkan terkait diskriminasi yang kerap dialami umat Muslim di dunia. Menurutnya, untuk mengekang Islamofobia yang semakin marak, dia menyarankan agar seluruh wanita di dunia mengenakan jilbab sebagai bentuk solidaritas.

"Jika ini terus berlanjut, dengan Islamofobia yang semakin menyebar luas, maka akan ada saat di mana kita meminta semua wanita memakai jilbab. Ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan karena alasan agama," kata Bellen saat memberi pidato di hadapan siswa, seperti dilansir dari laman Russia Today, Jumat (28/4).

Pernyataan Bellen dikeluarkan kurang dari tiga bulan setelah pemerintah Austria mengumumkan larangan untuk memakai jilbab yang menutup keseluruhan wajah di tempat umum.

Tak hanya itu, pernyataan Bellen juga memicu perdebatan di dunia daring. Sebagian besar tidak menyetujui saran Bellen. Salah satu netizen menyatakan kekecewaannya ke akun media sosial Twitter.

"Untuk presiden Austria, jawabannya adalah tidak. Tidak ada wanita yang harus memakai jilbab jika tak mau. Kebebasan memilih adalah hak setiap orang sejak lahir," komentar salah satu netizen.

Sementara itu, politisi Austria secara terang-terangan menyatakan pendapat berbeda dengan Bellen. Bulan lalu, pejabat pemerintah setempat mengkritik aturan yang dikeluarkan Komunitas Agama Islam di Austria (IGGO). Komunitas tersebut menyuruh perempuan yang baru memasuki masa pubertas untu memakai jilbab.

"Saya sangat menolak jilbab untuk dikenakan," kata Sekretaris Negara Bagian, Muna Duzdar. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP