Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demi rambut, gerombolan pria Spanyol bergulat lawan kuda liar

Demi rambut, gerombolan pria Spanyol bergulat lawan kuda liar Pria di desa sebelah barat laut Spanyol ini selalu bergulat lawan kuda liar tiap musim semi. (c) thedailymail.co.uk

Merdeka.com - Sekilas kegiatan para pria di Pegunungan Galicia, barat laut Spanyol ini sekadar menantang maut. Puluhan kuda liar dilepas lantas beberapa pria coba bergulat lawan hewan-hewan binal itu. Para lelaki ini baru berhenti setelah berhasil mendapatkan rambut alias surai si kuda.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (11/7), setelah kuda dilepas di lapangan desa San Lorenzo de Sabucedo, para lelaki membentuk kelompok tiga orang, disebut aloitadores. Mereka mengincar satu kuda di antara puluhan yang sedang berlarian di tanah berpasir.

Masing-masing tim lantas berupaya menjatuhkan hewan lincah ini dan mencukur rambutnya. Tidak sedikit cedera lantaran terinjak atau tertendang kuda.

Tradisi unik dan berbahaya ini merupakan rangkaian Festival Rapa das Bestas. Warga setempat sudah menjalankannya sejak 400 tahun lampau. Tujuannya, agar panen lancar dan rambut-rambut kuda itu bisa dijual sebagai bahan kain. Itulah sebabnya, ritual ini selalu diselenggarakan di bulan Juni, selama musim panas.

Kuda liar sebanyak itu benar-benar diambil dari pegunungan sekitar. Para lelaki setempat menganggap tradisi ini menantang sebagai ajang membuktikkan kejantanan. Sebabnya, ketika menaklukkan hewan-hewan itu, peserta dilarang memakai alat bantu apapun, cukup dengan tangan dan tenaga saja.

Organisasi penyayang binatang Spanyol pernah mengecam acara ini. Namun, warga setempat menuding mereka tidak tahu kalau tradisi ini merupakan wujud kepedulian warga pada para kuda liar. Menurut salah satu tetua desa, lewat Festival Rapa das Bestas, masyarakat bisa tahu bila ada kuda yang sakit. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP