Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari Filipina, Paus serukan para pemimpin jangan korupsi

Dari Filipina, Paus serukan para pemimpin jangan korupsi Paus Fransiskus berkhotbah dalam lawatan ke Filipina. ©AFP PHOTO/ANDREAS SOLARO

Merdeka.com - Dalam rangka kunjungan Asia, Paus Fransiskus datang ke Filipina usai melawat ke Sri Lanka dua hari lalu. Paus tiba pada Kamis (15/1) malam di ibukota Filipina, Manila. Dia dijadwalkan akan berada di sana selama lima hari. Kunjungan Paus merupakan kunjungan pertamanya di negara tersebut selama ia menjadi Paus.

Tujuan Paus ke Filipina, salah satunya untuk mengunjungi korban Topai Haiyan yang melanda negara tersebut pada 2013 lalu di Tacloban. Kunjungannya kali ini juga akan membahas perubahan sosial yang mendalam di gereja.

Paus Fransiskus berpesan agar para pemimpin Filipina, dan juga negara lainnya, menghindari korupsi.

"Sekarang, lebih dari sebelumnya, penting agar pemimpin politik berdiri untuk kejujuran, integritas dan komitmen untuk kebaikan bersama," ujarnya seperti dilansir New York Times, Jumat (16/1).

Baginda Sri Paus sekaligus berpesan kepada umat Katolik di Ibu Kota Manila untuk terus menerapkan toleransi beragama di negara dengan mayoritas agama tersebut.

Pastor Xavier C. Alpasa, seorang Romo dan Profesor di Universitas Jesuit menyatakan kunjungan ini memperkuat solidaritas umat di Filipina. Negara tetangga Indonesia itu adalah mayoritas Katolik, dengan umat mencapai 80 juta jiwa atau setara 7 persen dari total pemeluk Katolik Roma sedunia.

"Saat Paus Yohanes Paulus II berkunjung ke Filipina pada 1995, umat Katolik masih sekitar 4 juta jiwa. Sekarang ada kurang lebih 80 juta jiwa orang dengan agama Katolik Roma di Filipina," kata Alpasa.

Penyambutan kedatangan Paus Fransiskus disambut luar biasa umat Katolik di Filipina. Pedagang kaki lima menjual kaos, poster, dan pernak-pernik Paus lainnya. Ribua orang rela menunggu kedatangan Paus dari Sri Lanka di Pangkalan Udara Villamor tadi malam.

Saat Sri Paus keluar dari pesawat, zucchetto atau kupluk yang digunakan Paus sempat terbang tertiup angin tropis yang sangat kuat. Seorang anak kemudian menyerahkan karangan bunga kepadanya, dan para pejabat juga sempat mencium cincin Paus sebelum dia memulai iring-iringan menuju kota. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP